Jajaran pemain film 'Tanah Runtuh'. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Industri perfilman Indonesia kembali menyuguhkan karya terbaru bergenre drama aksi berjudul Tanah Runtuh.
Film garapan sutradara Rudi Soedjarwo ini menggelar gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, sebelum penayangannya di layar lebar pada 25 Juni 2026.
Momentum gala premiere film ini bertepatan dengan ramainya sorotan publik terkait bagaimana sineas Indonesia merepresentasikan komunitas Down Syndrome dalam karya mereka.
Isu ini mencuat setelah sejumlah netizen dan pengamat di media sosial mulai mempertanyakan penggambaran karakter anak penyandang Down Syndrome di beberapa film terbaru, salah satunya Tanah Runtuh.
Riuh rendah perdebatan ini merefleksikan sensitivitas penonton yang tinggi, hingga melahirkan pro dan kontra yang kuat bahkan sebelum filmnya sendiri resmi menyapa penonton.
Baca juga: Sinopsis dan Review The Furious (2026), Film Action Joe Taslim dengan Aksi Brutal
Sebagian pihak menilai kehadiran karakter tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa penyandang Down Syndrome juga berhak memperoleh ruang representasi yang setara di dunia perfilman selama penggambarannya dilakukan secara bermartabat dan tidak bersifat eksploitatif.
Lantas, seperti apa sinopsis dari film tersebut? Simak ulasannya berikut ini!
Poster film Tanah Runtuh (Handout)
Film ini mengisahkan tentang kerusuhan agama di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah, Kai (Yoan) bersama kakaknya Ringgo (Ridho Khaliq) seorang anak dengan Down Syndrome, terpisah dari ibunya Emmy (Sigi Wimala).
Kai bertekad mencari ibunya, ditengah kerusuhan yang terus terjadi. Sementara itu, seorang anggota polisi bernama Idham (Vino G Bastian) ditugaskan ke Tanah Runtuh untuk menyelesaikan masalah di sana. Idham kemudian mengumpulkan anak buahnya dan mereka melakukan pencarian tersangka kerusuhan.
Dalam perjalanan, Kai dan Ringgo bertemu Idham yang berjanji akan membantu mencari ibu mereka. Mereka mengunjungi beberapa lokasi pengungsian, tapi tetap tidak bertemu Emmy, ibu Kai dan Ringgo.
Idham terpaksa mengajak kedua anak itu dalam tugasnya, karena dia tidak bisa meninggalkan mereka. Kai dan Ringgo akhirnya terseret dalam perjalanan Idham, yang bertemu dengan beberapa perusuh di perjalanan.
Akhirnya, Kai dan Ringgo bertemu Emmy. Mereka berpelukan bahagia. Di saat yang sama, Idham harus meninggalkan Poso dan kembali ke Jakarta karena ada tugas yang harus dia selesaikan di sana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan