INDOZONE.ID - Rumah produksi Darihati Film meluncurkan official trailer dan official poster film KUYANK. Momen ini menjadi langkah awal memperkenalkan KUYANK kepada publik sebagai film horor folklore yang tidak sekadar menampilkan teror, tetapi berangkat dari konflik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: cinta, pernikahan, serta tekanan sosial yang perlahan mempersempit pilihan manusia.
Dipilihnya momentum Hari Ibu sebagai waktu peluncuran bukan tanpa alasan. KUYANK menyorot perjuangan seorang perempuan dalam mempertahankan rumah tangga di tengah tuntutan keluarga, kepercayaan adat, dan norma yang membelenggu. Cerita ini menghadirkan benang merah tentang cinta yang awalnya tulus, namun berubah menjadi sumber petaka ketika tekanan datang dari lingkungan terdekat.
Dalam official trailer yang dirilis, ketegangan dibangun secara perlahan melalui konflik-konflik personal. Kepercayaan adat, dorongan keluarga, hingga norma sosial digambarkan ikut menentukan arah sebuah hubungan. Saat tekanan mencapai titik puncak dan jalan keluar terasa buntu, horor hadir sebagai konsekuensi logis dari keputusan manusia, bukan sekadar kejutan instan.
Sementara itu, official poster KUYANK memperkuat identitas film sebagai horor folklore yang kelam dan menekan. Visual utama menampilkan sosok Kuyank yang muncul dari sebuah gentong di tengah rumah kayu yang dingin dan berkabut. Gambar tersebut memberi isyarat bahwa teror dalam film ini lahir dari sesuatu yang disimpan, ditekan, lalu meledak. Penanda “Saranjana: The Prequel” juga menegaskan keterkaitan cerita dengan semesta Saranjana.
Produser film KUYANK, Victor G. Pramusinto, menegaskan bahwa pendekatan horor dalam film ini berangkat dari emosi manusia.
“Di KUYANK, teror tidak datang mendadak. Ia tumbuh dari cinta yang ditekan, dari keputusan yang makin sempit, sampai akhirnya berubah menjadi kutukan. Kami ingin penonton peduli dulu pada manusianya, karena dari situlah rasa takutnya terasa nyata,” kata Victor saat konferensi pers di Signature Park Grande, Jakarta, Senin (21/12/2025).
Hal senada disampaikan sutradara Johansyah Jumberan. Ia menyebut folklore hanya menjadi akar cerita, sementara konflik emosionalnya bersifat universal dan relevan bagi banyak orang.
“Yang kami angkat adalah folklore sebagai akar, tapi emosinya universal. KUYANK bicara tentang cinta dan tekanan, tentang keluarga, dan tentang batas yang, kalau dilampaui, bisa mengubah segalanya,” ujar Johansyah.
Pemeran utama wanita, Putri Intan Kasela, mengungkap tantangan terbesar dalam membintangi film ini terletak pada membangun rasa terhimpit yang terus meningkat.
“Yang paling menantang adalah membangun rasa ‘terhimpit’ itu. Karena saat tekanan memuncak, penonton akan mengerti kenapa ketakutan dan keputusasaan di film ini terasa personal,” jelas Putri Intan Kasela.
Baca juga: 10 Film Trending di Netflix Indonesia Minggu Ini, dari Horor hingga Fantasi K-Pop!
Secara cerita, KUYANK merupakan film horor folklore berbasis konflik manusia. Teror tidak dihadirkan sebagai gimmick, melainkan sebagai akibat dari pertentangan antara cinta dan tekanan keluarga, tradisi, serta norma yang mengunci pilihan. Tema besarnya cinta yang berubah menjadi kutukan, dinilai dekat dengan realitas yang dialami banyak orang di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai bagian dari Saranjana Universe, KUYANK ditempatkan sebagai prekuel yang memperkaya latar kisah kota gaib tersebut. Film ini mengisahkan peristiwa tujuh tahun sebelum gerbang Saranjana terbuka, menghadirkan cerita cinta terlarang yang perlahan berubah menjadi kengerian melalui tokoh Rusmiati dan Badri.
Film yang dibintangi Rio Dewanto, Dayu Wijanto, Ochi Rosdiana, Barry Prima, Hazman Al Idrus, dan Putri Intan Kasela ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026. Dengan pendekatan horor yang berakar pada emosi dan konflik manusia, film ini diharapkan menghadirkan pengalaman menegangkan yang terasa dekat, sekaligus menggugah penonton untuk merenungi batas tipis antara cinta, tekanan, dan kutukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung