Rabu, 01 APRIL 2026 • 13:00 WIB

Populer di Era 70-an, Inilah Jejak Kejayaan Bioskop Drive-In Pertama di Indonesia

Author

Ilusrtrasi Bioskop Drive-In (Freepik)

INDOZONE.ID - Drive in cinema atau bioskop drive-in merupakan konsep menonton film di ruang terbuka yang memungkinkan penonton menikmati tayangan langsung dari dalam mobil pribadi. Pengalaman ini pernah menjadi tren populer, termasuk di Indonesia pada era 1970-1980.

Secara konsep, bioskop drive-in menghadirkan layar besar di area terbuka dengan lahan parkir luas di depannya.

Penonton cukup memarkir kendaraan dengan posisi menghadap layar agar mendapatkan sudut pandang terbaik.

Baca juga: 9 Film Hollywood Terbaru April 2026 di Bioskop, Ada Aksi sampai Horor!

Berbeda dengan bioskop konvensional, pengalaman ini menawarkan privasi lebih karena penonton tetap berada di dalam mobil, sekaligus bebas menikmati makanan atau bergerak tanpa mengganggu orang lain.

Cara Kerja Bioskop Drive-In: Privasi dan Kenyamanan dalam Kabin

Awalnya, sistem audio di bioskop drive-in menggunakan speaker kecil yang digantung di jendela mobil. Namun seiring perkembangan teknologi, metode ini digantikan dengan siaran melalui frekuensi radio FM.

Penonton hanya perlu menyetel radio mobil ke frekuensi tertentu untuk mendapatkan suara film yang jernih. Cara ini menjadi ciri khas unik dari bioskop drive-in yang tidak ditemukan di bioskop biasa.

Jejak Sejarah: Dari Eksperimen di Amerika hingga Gebrakan Ciputra di Ancol

Konsep drive-in sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Richard Hollingshead pada awal 1930-an di Amerika Serikat.

Baca juga: Film Komedi Horor ‘Tiba Tiba Setan’: Sinopsis, Pemain, dan Tanggal Rilis di Bioskop

Ia bereksperimen dengan mengatur posisi mobil untuk menemukan sudut pandang terbaik, hingga akhirnya mendapatkan paten pada tahun 1933.

Popularitasnya terus meningkat, bahkan mencapai ribuan lokasi di Amerika pada akhir 1950-an sebelum akhirnya mulai menurun akibat hadirnya televisi sebagai hiburan rumahan.

Di Indonesia, bioskop drive-in pertama hadir di kawasan Ancol. Proyek ini digagas oleh Ciputra yang terinspirasi dari konsep serupa di New York.

Pembangunan dimulai pada 1 April 1970 di Pantai Binaria, seiring dengan pengembangan Ancol sebagai kawasan rekreasi modern oleh PT Pembangunan Jaya.

Baca juga: 13 Film Indonesia Terbaru April 2026 di Bioskop, Lengkap Semua Genre!

Pada masa kejayaannya, bioskop drive-in menjadi salah satu hiburan favorit masyarakat. Selain menawarkan pengalaman berbeda, konsep ini juga identik dengan suasana santai dan romantis, sehingga banyak diminati oleh keluarga maupun anak muda.

Mengapa Bioskop Drive-In Akhirnya Punah di Indonesia?

Seiring waktu, popularitas bioskop drive-in di Indonesia mulai meredup hingga akhirnya tutup. Terdapat beberapa alasan rasional di balik hal ini.

Faktor cuaca menjadi kendala utama, mengingat Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi yang dapat mengganggu pertunjukan di ruang terbuka.

Selain itu, polusi cahaya di perkotaan juga membuat kualitas visual layar menjadi kurang optimal, terutama saat malam hari.

Di sisi lain, penggunaan lahan luas untuk bioskop drive-in dinilai kurang efisien secara ekonomi. Seiring berkembangnya kota, lahan tersebut lebih menguntungkan jika difungsikan menjadi pusat perbelanjaan atau bangunan komersial lain, termasuk bioskop modern dalam ruangan yang lebih praktis dan tahan terhadap cuaca.

Baca juga: Daftar Lengkap Karakter Hoppers, Film Animasi Pixar di Bioskop 2026

Kini, bioskop drive-in lebih sering dikenang sebagai bagian dari nostalgia. Meski sempat berjaya, konsep ini menjadi bukti bagaimana tren hiburan dapat berubah mengikuti perkembangan teknologi, gaya hidup, dan kebutuhan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ebsco, Auto Express, Historia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU