Belajar dari Film 'Ain', Putri Ayudya Kini Lebih Bijak Gunakan Media Sosial untuk Hindari Penyakit Non-Medis
INDOZONE.ID - Industri perfilman horor Indonesia kembali mengangkat tema unik yang dekat dengan fenomena spiritual masyarakat, yakni penyakit ain. Fenomena ini diangkat ke layar lebar melalui film body horror berjudul 'Ain' yang dibintangi oleh aktris berbakat Putri Ayudya. Penyakit ain sendiri dikenal sebagai gangguan non-medis yang muncul akibat pandangan mata orang lain yang disertai iri, dengki, atau kekaguman berlebihan tanpa mengingat Tuhan, yang kemudian berdampak buruk secara fisik maupun psikis.
Keterlibatan Putri Ayudya dalam proyek film ini ternyata memberikan dampak besar terhadap kehidupan pribadinya, terutama dalam cara ia berinteraksi di dunia digital. Pemeran tokoh Dini ini mengakui bahwa pemahamannya tentang ain kini jauh lebih mendalam. Hal tersebut terungkap saat ia menghadiri acara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/4/2026), di mana ia berbagi cerita mengenai transformasi kebiasaannya di media sosial.
Baca juga: Belum Tayang, Film Body Horror ‘Ain’ Sudah Dilirik Pasar Global hingga Rusia
Sebelum membintangi film ini, Putri mengaku sebagai sosok yang cukup tertutup dan jarang membagikan aktivitas di media sosial. Namun, setelah mempelajari seluk-beluk ain, ia justru merasa lebih percaya diri untuk mengunggah konten karena sudah mengetahui batasan dan cara yang benar. Ia merasa edukasi yang didapatkannya selama proses syuting menjadi pelindung tersendiri bagi dirinya saat berselancar di internet.
"Iya, loh (beda). Kalau dulu aku tidak posting karena malas, sekarang malah lebih sering posting karena merasa lebih aman dan lebih clear tentang apa yang mau aku posting," tutur Putri Ayudya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Putri menekankan bahwa pengetahuan adalah kunci untuk merasa bebas dan tenang. Dengan memahami risiko dari setiap unggahan, ia kini lebih selektif dalam memilih konten. Baginya, media sosial bukan lagi sekadar ajang untuk menunjukkan eksistensi, melainkan platform yang harus dikelola dengan kesadaran penuh agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi dirinya maupun orang lain.
"Knowledge is liberating, bikin aku lebih tenang,” ujar Putri.
Kesadaran Putri mengenai betapa besarnya perhatian publik terhadap akunnya semakin terasah saat ia mengalami insiden peretasan. Ketika akun media sosialnya diambil alih oleh pihak tidak bertanggung jawab, ia terkejut melihat respons dari para pengikutnya. Banyak orang yang langsung melapor dan menunjukkan kepedulian, yang menyadarkannya bahwa setiap gerak-geriknya dipantau oleh khalayak luas.
“Banyak banget yang laporin, bilang akun aku ke-hack. Dari situ aku sadar, ternyata banyak yang perhatiin," terangnya.
Baca juga: Pertama Kali Putri Ayudya Akting Sampai Mandi Darah di Film 'Perjamuan Iblis'
Putri kini berkomitmen untuk menggunakan media sosial sebagai sarana yang memberikan nilai positif. Ia tidak ingin konten yang dibagikannya hanya sekadar pamer kemewahan yang bisa memicu rasa iri hati dari orang yang melihatnya. Menurutnya, bijaksana dalam mengelola platform pribadi adalah bentuk proteksi diri yang paling mendasar di era digital saat ini.
"Jadi, platform yang aku punya harus digunakan dengan bijaksana,” lanjutnya.
Film 'Ain' yang menjadi latar belakang perubahan pandangan Putri ini dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 7 Mei 2026. Melalui film ini, penonton diharapkan tidak hanya mendapatkan sensasi horor yang mencekam, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga pandangan dan hati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat bermain media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan