Callista Arum Ungkap Tantangan Berperan di Film 'Tumbal Proyek', Belajar Doa Katolik hingga Dialek Jawa
INDOZONE.ID - Aktris Callista Arum mengungkapkan bahwa memerankan karakter Laras dalam film horor Tumbal Proyek menghadirkan tantangan tersendiri baginya.
Salah satu hal yang paling menantang adalah mempelajari doa-doa Katolik yang sebelumnya belum begitu ia kuasai.
"Kalau karakter Laras sendiri menurut aku tantangannya itu adalah belajar doa-doa Katolik ya," ujar Callista Arum saat jumpa pers usai pemutaran film Tumbal Proyek di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: 'Tumbal Proyek' Rilis Trailer Perdana, Hadirkan Teror Mistis dan Luka Kehilangan
Dalam proses syuting, Callista bahkan beberapa kali mengalami kesalahan saat mengucapkan doa Salam Maria dan harus dibantu oleh kru yang beragama Katolik agar dapat menampilkan adegan berdoa dengan tepat.
"Untungnya kita, kru ada yang Katolik jadi dibantuin kadang-kadang di set tuh kayak gimana pas berdoa Salam Maria, terus aku tuh 'Salam Maria...' Apa kak? Terus kayak iya dibantuin gitu," ungkapnya.
Selain mendalami unsur religi, perempuan berusia 22 tahun itu juga harus mempelajari dialek Jawa demi menyesuaikan karakter yang diperankannya.
"Terus aku harus belajar dialek Jawa juga di sini," ucap Callista.
Menurut dia, suasana lokasi syuting yang dibangun begitu kuat membuat dirinya benar-benar larut dalam adegan.
Bahkan dalam beberapa momen, rasa takut yang ia tampilkan terasa bukan sekadar akting, melainkan emosi nyata yang muncul secara spontan selama proses pengambilan gambar.
"Dan menurut aku tantangannya adalah harus berani ke set, karena set-nya kadang-kadang benar-benar sangat membantu dan sampai-sampai aku merasa ada beberapa scene yang aku nggak akting deh gitu, kayak ketakutan itu nggak akting. Itu beneran," tegasnya.
Bukan hanya mengandalkan teror, Tumbal Proyek menyuguhkan pendekatan berbeda dengan mengusung tema kehilangan yang kuat.
Film ini menggambarkan perjuangan sebuah keluarga yang terus menunggu kepastian nasib orang tercinta yang hilang tanpa jejak, menghadirkan rasa duka yang mendalam dan dekat dengan realitas kehidupan.
Naskah film ini digarap oleh Jeropoint dengan Dheeraj Kalwani yang bertindak sebagai produser di bawah bendera kolaborasi Dee Company dan Jeropoint.
Kehadiran aktor pendukung seperti Eduwart Manalu, Fuad Idris, dan Adi Sudirja turut menambah kekuatan dalam jajaran pemeran.
Film tersebut mulai menghiasi layar lebar pada 13 Mei 2026, Tumbal Proyek tidak hanya mengandalkan elemen horor sebagai daya tarik, tetapi juga menawarkan narasi emosional tentang duka dan kehilangan yang mendalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung