INDOZONE.ID - Kalau baru selesai nonton Project Hail Mary, kemungkinan besar kamu langsung mikir soal ending-nya. Film sci-fi ini membahas soal luar angkasa dan sains, dengan bumbu momen emosional yang bikin penonton ikut mikir.
Dari awal yang penuh misteri sampai ke bagian akhir yang cukup nendang, semuanya terasa punya makna lebih dalam.
Apalagi dengan twist soal Ryland Grace, yang ternyata nggak seheroik yang kita kira di awal. Makanya, ending Project Hail Mary jadi bahan diskusi yang cukup seru. Nggak heran, kalau banyak penonton yang masih kepikiran bahkan setelah filmnya selesai.
Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas penjelasan ending Project Hail Mary dengan mudah dipahami. Hati-hati, karena artikel ini mengandung spoiler!
Gambaran Besar Cerita
Bagian emosional terbesar di Project Hail Mary muncul di babak ketiga dan itu nyambung dengan tema utama filmnya.
Ceritanya mengikuti Ryland Grace, ilmuwan yang tiba-tiba terbangun di pesawat luar angkasa dengan misi menyelamatkan dunia. Dalam perjalanannya, ia kerja sama dengan alien yang punya tujuan serupa.
Grace adalah karakter yang menarik, jenius tapi agak canggung. Niatnya sebenarnya baik, tapi kurang percaya diri.
Perkembangan karakternya jadi inti emosi film ini. Hal itu bikin penonton punya koneksi lebih dari sekadar misi penyelamatan dunia.
Baca juga: 5 Film Sci-Fi Luar Angkasa Mirip 'Project Hail Mary', Wajib Ditonton!
Penjelasan Ending Project Hail Mary
Ternyata Grace Nggak Seharusnya Ikut Misi
Salah satu twist terbesar di film ini adalah soal Grace. Meski terlihat heroik sepanjang cerita, ia sebenarnya sempat mencoba kabur dari misi.
Sepanjang film, Grace mengalami amnesia atau lupa ingatan. Jadi, ia nggak ingat sepenuhnya bagaimana awalnya bisa berada di misi ini. Sambil mencoba menyelesaikan masalah Astrophage, ingatannya perlahan kembali lewat flashback.
Dari situ, terungkap bahwa Grace bukan pilihan utama untuk jadi ilmuwan di misi ini. Ia memang penting dalam riset, tapi bukan orang yang direncanakan untuk pergi ke luar angkasa.
lmuwan lain yang seharusnya berangkat meninggal akibat ledakan beberapa jam sebelum peluncuran.
Karena nggak ada waktu cari pengganti, Eva Stratt akhirnya memaksa Grace untuk berangkat. Parahnya lagi, misi ini adalah perjalanan satu arah dan nggak ada bahan bakar buat pulang.
Menyadari hal itu, Grace panik dan mencoba kabur. Akan tetapi, ia akhirnya ditangkap, dibius, dan dikirim ke luar angkasa tanpa persetujuannya.
Baca juga: Selain Barbie, Ini Rekomendasi Film Terbaik yang Dibintangi Ryan Gosling
Nggak Ada Villain, Cuma Pilihan Sulit
Menariknya, Project Hail Mary sebenarnya nggak punya villain jahat. Astrophage cuma fenomena alam, bukan makhluk jahat.
Alien seperti Rocky juga nggak berbahaya. Bahkan Stratt, yang memaksa Grace, bukan karakter jahat. Stratt emang terlihat seperti antagonis karena keputusannya mengirim Grace ke misi berbahaya.
Namun, hal ini menunjukkan kalau keputusan itu berat banget buatnya. Ia bahkan sampai menangis saat melakukannya.
Intinya, film ini lebih fokus ke tema pilihan sulit demi kebaikan yang lebih besar. Semua karakter harus mengambil keputusan yang berat, termasuk Grace yang terus dihadapkan pada risiko kehilangan nyawa.
Gimana Grace dan Rocky Menyelamatkan Semuanya?
Hubungan antara Grace dan Rocky adalah inti cerita ini. Keduanya adalah penyintas terakhir dari misi masing-masing. Mereka membangun persahabatan sambil kerja sama mencari solusi.
Di klimaks film, beberapa hal penting yang terjadi:
- Rocky sempat membantu Grace dengan memberikan bahan bakar.
- Grace menemukan masalah dalam solusi mereka (Taumoeba).
- Daripada membiarkan Rocky dan kaumnya mati, Grace memilih kembali untuk menolong Rocky.
- Grace tetap mengirim data ke Bumi agar manusia bisa selamat, lalu menggunakan bahan bakar untuk kembali membantu Rocky.
Di akhir cerita:
- Data Grace sampai ke Bumi dan Stratt mulai menyelamatkan planet
- Di sisi lain, Grace dan Rocky berhasil menyelamatkan planet Erid
Ini jadi momen besar yang menunjukkan perubahan Grace. Dari orang yang takut mati, ia jadi seseorang yang rela berkorban demi orang lain.
Apakah Akan Ada Sekuel?
Ending film ini sebenarnya masih menyisakan sedikit tanda tanya. Grace kini hidup di planet Erid dan dekat dengan Rocky.
Bahkan, ia kembali jadi guru sains untuk anak-anak alien. Rocky juga bilang kalau kaumnya udah membuat kapal baru agar Grace bisa pulang ke Bumi.
Akan tetapi, Grace terlihat ragu. Di Bumi, ia sebenarnya nggak punya banyak hal yang menunggunya. Sementara di Erid, ia punya kehidupan baru.
Secara teori, ini bisa jadi awal sekuel. Ada kemungkinan cerita soal Grace akan pulang atau tetap tinggal. Lalu ceritanya juga bisa melanjutkan gimana kondisi Bumi setelah krisis.
Namun, di sisi lain, film ini sebenarnya udah terasa cukup lengkap tanpa perlu lanjutan.
Makna Sebenarnya dari Project Hail Mary
Pada akhirnya, Project Hail Mary adalah cerita tentang seseorang yang tumbuh jadi pahlawan, meski awalnya ia nggak mau.
Di masa lalu, Grace adalah ilmuwan hebat tapi kehilangan arah hidup dan jadi tertutup. Namun, lewat pertemuannya dengan Rocky, ia mulai berubah buat belajar percaya, peduli, dan berani.
Di akhir cerita, ia benar-benar jadi pahlawan. Grace rela berkorban demi menyelamatkan sahabatnya dan dua dunia sekaligus.
Pesan utamanya cukup kuat, soal setiap orang punya potensi untuk berubah dan jadi lebih baik. Itulah yang bikin Project Hail Mary terasa bukan cuma keren, tapi juga menyentuh.
Itulah penjelasan ending Project Hail Mary. Buat yang udah nonton, gimana pendapatmu soal film sci-fi ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Screen Rant