Jumat, 15 MEI 2026 • 15:59 WIB

Review 'The Punisher: One Last Kill', Deretan Masalah Frank Castle dalam Durasi Singkat

Author

Review The Punisher: One Last Kill (IMDB)

INDOZONE.ID - Kalau ditanya seperti apa tayangan special presentation Marvel Television 'The Punisher: One Last Kill', mungkin judul di atas bisa cukup menggambarkannya. John Benthal sebagai Frank Castle alias The Punisher terhimpit masalah batin dan sosial dan bagaimana ia mendobrak itu semua, tapi sayangnya durasinya cuma sebentar.

Bila kalian yang berlangganan Disney+, mungkin akan menyadari ketikan membuka platform dan rekomendasi tontonan tokoh komik Marvel tersebut. Karena durasi yang pertama kali diperhatikan sebelum memutarnya ada;lah 48 menit. Ini lebih pendek dari beberapa episode serial Marvel Television yang pernah ada.

Namun, hal itu sebenarnya tetap bisa menjelaskan mengapa serial ini menggunakan judul 'One Last Kill'. Sungguh penggambaran yang baik untuk memotret apa yang terjadi film yang dibintangi Jon Benthal dan disutradarai oleh Reinaldo Marcus Green. 

Keduanya pun bersama menulis naskahnya bersama dan memperlihatkan beberapa kelamnya kehidupan Frank Castle yang tak terlihat di balik aksi brutalnya sebagai vigilante dan pembunuh penjahat.

Baca juga: Jon Bernthal Bakal Kembali Beraksi Dalam The Punisher!

Sinopsis 'The Punisher: One Last Kill'

Berkisah tentang kehidupan Frank Castle pasca membantai seluruh keluarga mafia Gnucci di wilayah Little Sisilia di wilayah New York. Ternyata setelah menghancurkan sindikat mafia pun, kekacauan di wilayah tersebut tak pernah berhenti.

Belum lagi Frank harus menghadapi konflik batin dari dalam dirinya. Trauma akan kematian keluarga, halusinasi akan sosok-sosok di masa lalunya, hingga keinginan untuk menghabisi diri sendiri pasca peristiwa balas dendam terhadap keluarga mafia.

Adegan di The Punisher: One Last Kill (IMDB)

Namun, ketika salah satu kerabat mafia yang ia bantai mendatangi kawasan apartemen dan mengancamnya. Maka untuk membela diri dan menjaga lingkungan, Frank Castle harus melupakan traumanya dan membantai semua penjahat yang mengancam lingkungannya.

Ulasan 'The Punisher: One Last Kill'

Awalnya memang banyak orang berteori kalau tayangan ini ada hubungan nanti dengan Spiderman: Brand New Day. Padahal, The Puinsher: One Last Kill' ini ingin menyoroti Frank Castle tanpa gangguan cameo dari tokoh lain. 

Review The Punisher: One Last Kill

Di sini, Marvel mencoba menggali sisi mental Frank Castle yang jarang diungkap di beberapa seri sebelumnya, khususnya apa perasaan Frank usai menghabisi keluarga mafia. Kita selalu mengira usai membantai satu mafia, ia akan menghabisi keluarga mafia atau penjahat lainnya.

Baca juga: The Punisher Dirumorkan akan Masuk MCU Lewat Serial Moon Knight

Nah, di tayangan ini, kita dikasih tahu momen Frank Castle saat ia mengalami kekosongan pasca membantai. MAsalah batin dan bayangan tarumatis akan semua anggota keluarganya menjadi rasa sakit Frank Castle.

Ia sudah ditahap delusi dan bahkan ia akan bersiap mati. Mungkin salah satu adegan yang paling menyentuh adalah saat ia sudha menaruh senjata di kepalanya, lalu muncul bayangan anaknya yang membuat ia berhenti. Seolah memberi tahu kita bila masa lalu bukan untuk menyakiti, tapi bisa juga untuk membuka gerbang untuk menuju kehidupan baru.

Tentunya, adegan yang paling ditunggu oleh penggemar The Punisher adalah aksi brutalnya. Meski hanya terjadi dalam waktu singkat, tapi semua yang ditunjukkan membuat para fans bersorak.

Salah satu adegan yang paling menyentuh adalah pilihan Frank untuk menolong pemilik toko dan anaknya dibanding mengejar sang bos mafia. Belum lagi si anak kecil memberikan karya seni berupa bunga.

Dan endingnya juga ditutup dengan pernyataan sempurna. The Punisher akan selalu hadir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU