Sabtu, 16 MEI 2026 • 18:40 WIB

Pre Screening Film Dokumenter 'Dissidence' di Indonesia, Angkat Kisah Inspiratif Atlet Kembar Panjat Tebing

Author

Film Dokumenter 'Dissidence', Angkat Kisah Inspiratif Atlet Kembar Panjat Tebing (Indozone/Sagita)

INDOZONE.ID - Film dokumenter Dissidence merupakan karya yang mengangkat perjalanan inspiratif dua atlet kembar panjat tebing Indonesia, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan.

Keduanya dikenal dengan julukan “The Twins” di ajang kompetisi panjat tebing dunia.

Film ini mengikuti perjuangan Raviandi dan Ravianto dari dinding latihan sederhana di Jakarta hingga tampil di kompetisi internasional dan jalur panjat ikonik di Pegunungan Alpen Prancis. 

Dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan, keduanya tetap mengejar mimpi untuk membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Melalui Dissidence, penonton diajak melihat perjalanan panjang dua atlet muda yang berusaha menembus sistem kompetisi yang tidak mudah.

Sebelumnya, film ini sudah sempat tayang di beberapa negara di dunia. Ini adalah pertama kalinya film tersebut di rumah sendiri, Indonesia.

Dokumenter ini juga menyoroti kuatnya hubungan persaudaraan mereka serta keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi banyak tantangan.

Baca juga: Netflix Gandeng Warner Music Group Garap Film Dokumentar, Siap Angkat Kisah Legenda Musik Dunia

Fokus pada Lead dan Boulder

Berbeda dari cabang speed climbing yang sudah banyak menyumbang prestasi bagi Indonesia, Raviandi dan Ravianto berkompetisi di nomor lead dan boulder yang masih berkembang di Tanah Air.

Kategori lead menuntut atlet memanjat dinding setinggi 12 hingga 15 meter dalam waktu terbatas. Disiplin ini membutuhkan strategi membaca jalur, ketahanan fisik, hingga kemampuan mengatur posisi tubuh.

Sementara boulder mengandalkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Atlet harus menyelesaikan jalur pendek tanpa tali dengan berbagai gerakan teknis yang berubah-ubah di setiap kompetisi.

Rama Dio Syahputra Ungkap Perjalanan 2,5 Tahun Produksi Film

Yenny Wahid (Kiri) - Raviandi dan Ravianto (Tengah) - Rama Dio Syahputra (Kanan) (Indozone/Sagita)

Dalam penayangan perdana film yang digelar di Pacific Place Jakarta pada Sabtu (16/05/2026), sutradara Rama Dio Syahputra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan film tersebut.

Dio mengatakan film ini bukan hanya tentang olahraga panjat tebing, melainkan mengenai mimpi, harapan, dan perjalanan hidup yang membentuk dirinya selama proses produksi berlangsung.

Baca juga: Daftar Film Dokumentar Netflix Terpanas dari 2025 hingga 2026

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan selama 2,5 tahun membuatnya banyak belajar bersama Raviandi dan Ravianto.

Menurutnya, Dissidence menjadi cerita yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya bisa diwujudkan dalam bentuk film dokumenter.

Sang sutradara turut menyebut kehadiran penonton dalam pemutaran perdana menjadi momen yang sangat berarti bagi dirinya maupun kedua atlet tersebut.

Yenny Wahid Sebut Si Kembar Jadi Nafas Segar Panjat Tebing Indonesia

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid.

Yenny menyampaikan apresiasinya terhadap film Dissidence karena dinilai dapat membantu memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat luas.

Ia juga menyebut Raviandi dan Ravianto sebagai “nafas segar” bagi dunia panjat tebing Indonesia, khususnya di nomor lead dan boulder yang selama ini masih kesulitan bersaing di level dunia.

Menurut Yenny, perjuangan membawa si kembar masuk ke pelatnas tidak mudah karena adanya berbagai tantangan internal maupun eksternal.

Baca juga: Profil Selebgram Intan Nabila, Mantan Atlet Anggar yang Jadi Korban KDRT Suami

Namun setelah tampil di sejumlah kejuaraan internasional, keduanya mulai menunjukkan potensi besar hingga akhirnya dipercaya memperkuat Indonesia.

Kini Raviandi dan Ravianto telah mengamankan tiket untuk tampil di Asian Games Jepang. Yenny berharap keduanya mampu mencetak sejarah baru bagi Indonesia di nomor lead dan boulder.

Selain itu, ia juga mengungkap bahwa federasi masih terus membenahi berbagai aspek pendukung, mulai dari fasilitas latihan, kualitas jalur panjat, hingga sumber daya manusia seperti pembuat jalur bersertifikasi internasional.

Tayang di YouTube Mulai 12 Juni 2026

Setelah lebih dulu diputar di berbagai festival film internasional seperti Chamonix, FIFAD, Banff World Tour 2026, hingga Vancouver International Mountain Film Festival 2026, film Dissidence akhirnya kembali ke Indonesia.

Dokumenter tentang perjalanan Raviandi dan Ravianto ini dijadwalkan tayang di YouTube mulai 12 Juni 2026 mendatang.di akun PETZL Sport.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU