Senin, 25 MEI 2026 • 13:05 WIB

Film Pendek Indonesia 'Vaterland or A Bule Named Yanto' Raih Penghargaan di Cannes Critics’ Week 2026

Author

Film Vaterland or A Bule Named Yanto raih penghargaan CANAL+ Award di Cannes. (ANTARA/HO)

INDOZONE.ID - Film pendek Indonesia garapan sutradara Berthold Wahjudi berjudul or A Bule Named Yanto raih penghargaan CANAL+ Award dalam ajang La Semaine de la Critique atau Cannes Critics’ Week di Cannes, Prancis.

Melansir dari Antara, film yang mengambil latar di Yogyakarta tersebut menjadi salah satu dari dua film pendek yang berhasil membawa pulang penghargaan dalam ajang Cannes Critics’ Week 2026 yang berlangsung pada 13–21 Mei.

Pada kategori film pendek, penghargaan Sony Discovery Prize dimenangkan oleh Skinny Boots karya Romain F. Dubois, sedangkan penghargaan CANAL+ Award jatuh kepada Vaterland or A Bule Named Yanto.

Baca juga: Kamila Andini Jadi Satu-satunya Wakil Asia di Women in Cinema Cannes 2026

Sebelum menentukan para pemenang, panitia Cannes Critics’ Week terlebih dahulu menyeleksi lebih dari 1.050 karya dari 106 negara yang masuk ke program edisi ke-65 tersebut, sebelum akhirnya pengumuman dilakukan pada malam penutupan acara.

Film Vaterland mengikuti kisah Yanto, seorang pria muda berdarah Jerman-Indonesia yang datang ke Yogyakarta untuk menemui adik perempuannya. 

Dari pertemuan tersebut, cerita berkembang menjadi pencarian jati diri yang menyoroti persoalan identitas multiras, perasaan diterima, hingga dilema hidup di antara dua latar budaya yang berbeda.

Sementara itu, produser sekaligus pendiri Aftersun Creative, Annisa Adjam, mengungkapkan bahwa antusiasme penonton selama penayangan di Cannes menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh tim produksi.

"Bisa membuat film berlatar di Jogja dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami,” ujar Annisa, dikutip dari Antara, Senin (25/5/2026).

Ia berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi jalan agar film ini mendapatkan kesempatan tayang yang lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara lainnya.

Vaterland sendiri merupakan proyek kolaborasi Indonesia dan Jerman yang diproduksi oleh Aftersun Creative bersama Madfilm. 

Sebagian besar tim produksinya berasal dari Indonesia, sementara seluruh proses syuting dilakukan di Yogyakarta.

Baca juga: Deretan Film Korea yang Tayang di Cannes Film Festival 2026, Ada 'HOPE' hingga 'Colony'

Film ini pertama kali diputar secara global pada 19 Mei 2026 dalam kompetisi resmi Cannes Critics’ Week, sebelum akhirnya berhasil membawa pulang penghargaan dari CANAL+, jaringan televisi sekaligus distributor film asal Prancis.

Kehadiran Annisa Adjam bersama produser Bagus Suitrawan di Cannes disebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional bagi film independen Indonesia.

Cannes Critics’ Week dikenal sebagai program paralel di Festival Film Cannes yang berfokus pada karya sutradara pendatang baru dan kerap menjadi batu loncatan bagi sineas muda di industri perfilman dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara Gorontalo

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU