Rabu, 08 JULI 2026 • 17:50 WIB

Film Mortal Engines, kala Peter Jackson Membawa Kota-kota Terbang ke Layar Lebar

Author

Film Mortal Engines. (IMDb)

INDOZONE.ID - Bayangkan sebuah dunia, tempat sebuah kota bukan lagi sekadar tempat statis, melainkan raksasa bergerak yang saling memburu satu sama lain demi bertahan hidup.

Itulah gambaran yang dihadirkan oleh Mortal Engines, sebuah film garapan Peter Jackson yang membawa imajinasi liarnya ke layar lebar. 

Mortal Engines - 2018. (Universal Pictures)

Ketika Kota Saling Memangsa demi Bertahan Hidup

Film ini mengisahkan masa depan yang jauh, tempat kota-kota di bumi berkelana di atas roda raksasa, saling memangsa satu sama lain demi memperebutkan sumber daya yang kian menipis.

Baca juga: Peter Jackson Buka Suara, The Adventures of Tintin Resmi Mendapatkan Sekuel Setelah 15 Tahun!

Di tengah salah satu kota traksi terbesar bernama London, tokoh utama Tom Natsworthy tanpa sengaja bertemu dengan seorang perempuan misterius dari padang gersang yang kelak mengubah jalan hidupnya selamanya.

Latar dunia steampunk pasca kiamat ini memadukan visual mesin-mesin raksasa dengan konflik sosial antarkelas, menghadirkan estetika yang ambisius.

Sekaligus berbeda dari genre fiksi ilmiah kebanyakan, perpaduan antara petualangan, drama, dan aksi dalam satu dunia yang benar-benar baru di layar lebar.

Peter Jackson mulai mengembangkan proyek ini sejak Desember 2009, tapi produksinya sempat terkatung-katung selama bertahun-tahun sebelum resmi diumumkan pada 2016.

Jackson kemudian mempercayakan kursi sutradara kepada Christian Rivers, peraih Oscar untuk Efek Visual Terbaik, lewat karyanya di King Kong, sekaligus menandai debut penyutradaraan penuh Rivers.

Naskah film ini ditulis bersama oleh Fran Walsh, Philippa Boyens, dan Peter Jackson sendiri, trio yang sama-sama pernah membesarkan nama trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit.

Dunia yang Dipuji Kritikus

Mortal Engines resmi tayang perdana di London pada 27 November 2018, sebelum dirilis di Selandia Baru pada 6 Desember dan di Amerika Serikat pada 14 Desember 2018.

Meski penilaian kritikus terhadap ceritanya beragam, sisi visual dan world building film ini banyak mendapat pujian. 

Banyak kritikus menyoroti performa Stephen Lang sebagai karakter Shrike, yang menghadirkan sisi kemanusiaan di tengah film serba mekanis.

Detail produksi seperti desain kota traksi raksasa, kostum, hingga tata artistik dunia pasca kiamat ini, menjadi salah satu daya tarik utama.

Membuat Mortal Engines tetap dikenang sebagai tontonan yang secara visual ambisius dan berbeda dari film fiksi ilmiah pada umumnya.

Bagi penggemar genre steampunk dan dunia fiksi ilmiah dengan world building detail, Mortal Engines menawarkan pengalaman visual yang jarang ditemukan di film sejenis.

Baca juga: Adakah Film Fantasi CGI yang Menang Best Picture Oscar?

Mulai dari desain kota-kota berjalan yang megah hingga dinamika hubungan antarkarakter di tengah dunia keras, film ini bisa jadi tontonan kamu di masa senggang.

Nah, sudahkah kamu menonton film ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hollywood Life, Movie Web, XXI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU