Kamis, 09 JULI 2026 • 17:06 WIB

The Medium, Horror Found Footage yang Paling Mengerikan

Author

Film The Medium (IMDB)

INDOZONE.ID - Film Horor Thailand-Korea Selatan ini bukan cuma modal jumpscare saja, tapi benar-benar menyeret penontonnya untuk ikut merasakan teror yang sama.

Ini bukan horor biasa yang kamu tonton sambil main HP, karena setiap detiknya dirancang untuk bikin kamu makin waspada dan takut.

Dokumenter yang Bikin Merinding 

The Medium dirilis tahun 2021, disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun (dikenal lewat film horor klasik Shutter) dan ditulis sekaligus diproduseri oleh Na Hong-jin.

Sutradara di balik horor tersohor The Wailing. Kolaborasi dua nama besar horor Asia inilah yang membuat film ini terasa begitu meyakinkan sekaligus mengerikan.

Baca juga: The Medium, Salah Satu Film Saingan Yuni di Oscar 2022

Yang bikin The Medium terasa lebih serem dibanding horor kebanyakan adalah formatnya yang mengambil gaya mockumentary alias dokumenter palsu.

Ceritanya mengikuti sebuah tim pembuat film yang merekam kehidupan Nim, seorang dukun atau medium keturunan yang dirasuki oleh dewi pelindung bernama Ba Yan secara turun-temurun di keluarganya, di wilayah Isan, Thailand timur laut.

Karena disajikan seolah-olah nyata lewat kamera dokumenter, penonton jadi susah membedakan mana yang cuma "akting" dan mana yang serasa benar-benar terjadi di depan mata.

Konflik utama muncul saat Mink, keponakan Nim, mulai menunjukkan gejala-gejala aneh yang awalnya dikira sekadar gangguan psikologis biasa.

Perlahan, gejala itu berubah jadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan, mengindikasikan bahwa sosok yang merasuki Mink bukanlah dewi pelindung keluarga, melainkan sesuatu yang jauh lebih jahat dan haus akan penderitaan.

Ibu Mink, yang dulu menolak warisan sebagai medium dan memilih memeluk agama lain, bersama Nim pun berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Mink sebelum semuanya terlambat.

Yang membuat cerita ini terasa begitu mencekam adalah bagaimana film ini mengeksplorasi kepercayaan lokal, ritual kesurupan, sehingga penonton dibuat semakin gelisah sebelum akhirnya dihantam habis-habisan di babak akhir film.

Tanpa membocorkan detail penuh, babak akhir The Medium adalah salah satu adegan horor paling brutal dan mengganggu yang pernah tampil di layar lebar dalam beberapa tahun terakhir.

Suasana kacau, teriakan histeris, kekerasan yang tampil begitu mentah, sampai kegilaan kolektif yang menimpa hampir semua karakter, semuanya direkam dengan gaya found footage yang membuat semuanya terasa begitu nyata.

Banyak penonton menyebut sekuens penutup film ini sebagai salah satu momen paling mengerikan yang pernah mereka saksikan di genre found footage horror.

Kenapa Wajib Ditonton

The Medium bukan cuma diakui secara kualitas oleh penonton horor biasa. Film ini dinobatkan sebagai film terbaik di Bucheon International Fantastic Film Festival ke-25 dan bahkan sempat dipilih mewakili Thailand untuk kategori Film Internasional Terbaik di ajang Academy Awards ke-94.

Popularitasnya di Korea Selatan juga terbilang besar, masuk daftar film dengan penjualan tiket terbanyak sepanjang tahun 2021 di negara tersebut.

Baca juga: 'Weapons' Raih Rating Tinggi, Puncak Film Horror Tahun Ini?

Karena teknik found footage yang dieksekusi dengan sangat matang, ditambah tema kesurupan dan kepercayaan lokal yang jarang diangkat dengan seserius ini.

The Medium sering disebut sebagai salah satu tolok ukur baru untuk genre horor found footage modern, jauh melampaui sekadar guncangan kamera dan jumpscare instan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IMDb, XXI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU