INDOZONE.ID - Bayangkan kamu masih berusia 8 tahun, tinggal di rumah yang terasa asing meski itu rumahmu sendiri. Lalu, setiap malam mendengar suara ketukan misterius dari balik dinding kamar. Itulah premis mencekam dari Cobweb.
Film horor Amerika yang risili pada 2023 ini, merupakan debut sutradara Samuel Bodin. Film ini merupakan salah satu kejutan genre horor keluarga disfungsional yang patut diperhitungkan.
Ketika Rumah Sendiri Terasa seperti Jebakan
Cobweb berpusat pada Peter, bocah pemalu berusia delapan tahun yang kerap jadi korban perundungan di sekolah dan tinggal bersama orang tuanya, Carol dan Mark. Orang tua Peter posesif sekaligus terasa dingin secara emosional.
Baca juga: Review "Cobweb': Film Horor yang Plotnya Kuat di Awal Namun Kurang Fokus dan Endingnya Absurd
Peter dilarang ikut trick-or-treat saat malam Halloween dengan alasan ada anak perempuan, yang pernah hilang di lingkungan itu bertahun-tahun lalu.
Kecurigaan Peter makin menjadi ketika suara ketukan dari dalam dinding kamarnya makin sering terdengar, sedangkan orang tuanya terus bersikeras itu cuma imajinasinya semata.
Ketika suara di balik dinding berubah dari sekadar menakutkan menjadi semacam sosok, yang justru terasa seperti teman curhat bagi Peter.
Penonton mulai disodori pertanyaan besar, siapa sebenarnya sosok di balik dinding itu, dan rahasia gelap apa yang selama ini disembunyikan oleh orang tua Peter?
Salah satu kekuatan utama Cobweb ada pada atmosfernya. Sinematografi garapan Philip Lozano membangun kesan rumah yang menyimpan banyak rahasia.
Dengan lorong gelap dan sudut-sudut yang bikin was-was. Set rumah dalam film ini bahkan dibangun sepenuhnya dari nol, demi mengingat teror dalam film ini banyak dibangun lewat elemen suara alih-alih visual semata.
Twist yang Bikin Merinding pada Film
Tanpa membocorkan detail penuh, sosok di balik dinding ternyata bukan sekadar khayalan Peter maupun hantu biasa. Ada rahasia keluarga yang jauh lebih kelam terkait masa lalu Carol dan Mark.
Ketika kebenaran akhirnya terkuak di babak akhir, penonton disuguhi transformasi mengerikan yang mengingatkan pada gerakan ikonik "spider walk" dari film klasik The Exorcist.
Sekaligus menegaskan makna di balik judul Cobweb yang merujuk pada sosok menyeramkan yang gemar mempelajari makhluk berkaki delapan itu.
Film ini juga menyisakan misteri di akhir cerita, dengan suara cakaran samar yang masih terdengar dari balik dinding rumah pada adegan penutup, mengisyaratkan bahwa ancaman tersebut mungkin belum sepenuhnya berakhir.
Cobweb sempat mendapat respons yang cukup beragam dari kritikus dan penonton. Sebagian menilai film ini berhasil membangun ketegangan dan atmosfer mencekam sepanjang paruh pertama.
Meski beberapa pihak menganggap babak akhirnya terasa kurang maksimal dibanding build-up yang sudah dibangun sejak awal.
Baca juga: Review 'Phi Phong: The Blood Demon', Film Horor Vietnam Soal Legenda Seram
Terlepas dari itu, kombinasi tema keluarga disfungsional, atmosfer rumah tua mencekam, serta twist mengejutkan soal sosok di balik dinding, membuat Cobweb tetap layak masuk daftar tontonan buat penggemar horor psikologis.
Yang ingin merasakan teror rumah tangga yang lebih personal dan menyentuh sisi emosional, bukan cuma menakut-nakuti lewat jumpscare semata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IMDb, Cgv