INDOZONE.ID - Nggak bisa dipungkiri, nama Christopher Nolan selalu punya magnet sendiri di dunia perfilman. Namun, lewat The Odyssey, Nolan bukan cuma sekadar bikin film fantasi megah.
Ia bahkan ngegas box office sejak hari pertama rilis. Bahkan, angka pembukaannya langsung tembus ratusan juta dolar dan jadi salah satu yang terbesar sepanjang kariernya.
Menariknya, ini bukan film superhero atau franchise populer yang udah punya fanbase gede dari awal. The Odyssey adalah film fantasi epik dengan cerita klasik, tapi tetap bisa bikin penonton global penasaran dan rela datang ke bioskop.
Nah, kira-kira apa yang bikin film ini bisa meledak di pasaran? Yuk, kita bahas alasan The Odyssey sukses besar di box office!
Alasan The Odyssey Sukses Besar di Box Office
1. Review-nya Bagus Banget, Bikin Orang Ketagihan!
Christopher Nolan adalah salah satu sutradara yang bisa bikin kritikus film dan penonton awam puas. Formula sakti itu terbukti lagi di The Odyssey yang banjir pujian di mana-mana.
Film fantasi ini dapat rating kritikus 95% di Rotten Tomatoes dan skor penonton nembus 97%. Ditambah lagi, The Odyssey dapat nilai A dari CinemaScore.
Ini yang membuktikan kalau promosi dari mulut ke mulut film ini benar-benar kencang. The Odyssey bahkan sejajar sama Project Hail Mary sebagai salah satu blockbuster paling dicintai di tahun 2026.
Ceritanya sendiri fokus ke Odysseus (Matt Damon), Raja Ithaca, yang harus menempuh perjalanan bahaya buat pulang ke rumahnya. Pasca Perang Troya, ia dihadang monster-monster mitologi yang siap melahapnya.
Baca juga: 5 Referensi Film Christopher Nolan yang Muncul di 'The Odyssey', Sadar Gak?
2. Sepi Saingan di Bioskop
Bedal pas era Oppenheimer, film ini harus adu mekanik bareng Barbie. Nah, menariknya, The Odyssey melenggang santai tanpa saingan berat.
Nggak ada film Hollywood besar lain yang berani rilis barengan. Bahkan, buat beberapa minggu ke depan, bioskop cuma diisi film-film kecil yang nggak terlalu ngancam.
Film raksasa berikutnya baru bakal muncul tanggal 31 Juli lewat Spider-Man: Brand New Day. Artinya, The Odyssey punya panggung luas buat terus menguasai bioskop tanpa gangguan.
Baca juga: 7 Pemain The Odyssey, Film Fantasi Epik Terbaru Christopher Nolan di 2026
3. Dijual Sebagai Event Wajib Tonton
Di zaman sekarang, film kalau mau meledak emang harus dikemas kayak acara besar yang wajib ditonton. Universal Studio pinter banget memainkan hal ini.
Mereka bahkan udah jualan tiket format premium dari setahun sebelum rilis, dan tiketnya langsung ludes seketika. Strategi ini bikin hype-nya udah membumbung tinggi bahkan sebelum trailer resminya keluar.
Promosinya juga difokuskan ke skala film yang raksasa, adegan aksi seru, dan jajaran pemain bintangnya. Alhasil, studio bioskop di seluruh dunia penuh sesak.
4. Didukung Layar Khusus Kayak IMAX
Format layar premium sekarang jadi kunci sukses film blockbuster. The Odyssey memanfaatkan hal ini secara maksimal.
Ini adalah film pertama yang 100% direkam pake kamera IMAX 70mm. Hasilnya nggak main-main, format IMAX nyumbang $52 juta sendiri (sekitar 20% dari total pendapatan pembukaan).
Itu belum dihitung dari format kece lain kayak Dolby Cinema dan 4DX yang bikin harga tiket makin naik dan nambah cuan.
5. Nama Besar Christopher Nolan
Di zaman ini, orang-orang pada debat apakah era bintang film (movie star) udah habis. Nolan justru hadir sebagai sutradara yang jadi jaminan mutu utama.
Cuma dengan majang nama A Film by Christopher Nolan, penonton udah auto-ngantre beli tiket. Ini persis kayak era kejayaan Steven Spielberg dulu.
Track record-nya dari Inception, The Dark Knight, sampe Oppenheimer bikin penonton udah percaya penuh sama visinya.
Nolan bahkan jadi satu-satunya sutradara yang punya 5 film berturut-turut dengan pendapatan di atas $500 juta secara global. Mau bikin genre superhero, perang, sci-fi, biopik, sampe fantasi, semuanya selalu berujung box office!
The Odyssey udah bisa kamu tonton di bioskop sejak 15 Juli 2026. Jangan sampai kelewatan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Slash Film