INDOZONE.ID - Salah satu film yang perlu ditonton pekan ini adalah "Malam Pencabut Nyawa". Film karya anak bangsa ini siap memberikan kesegaran baru di genre horor perpaduan mistiks dan bumbu fantasi menjelajah alam mimpi.
Film yang diadaptasi dari novel "Respati" karya Ragiel JP ini diproduseri oleh Base entertainment, rumah produksi yang sukses berat dengan "Perempuan Tanah Jahanam" dan disutrdarai Sidharta Tata yang populer dengan "Waktu Magrib" dan "Ali Topan Anak Jalanan".
Film ini dibintangi para bintang muda seperti Devano Narendra, Keisya Levronka, Ratu Felisha, Fajar Nugra, dan masih banyak bintang lainnya.
Baca Juga: Sinopsis 'Malam Pencabut Nyawa', Kisah Respati yang Memiliki Kemampuan untuk Menjelajahi Alam Mimpi
Kisah penjelajah mimpi yang insomnia
Sinopsi "Malam Pencabut Nyawa" berkisah tentan Respati yang mengalami insomnia dan trauma semenjak kecelakaan orang tuanya. Selain bisa melihat penampakan orang tuanya, ia juga bisa masuk ke alam mimpi, baik mimpinya sendiri atau mimpi orang lain.
Sementara itu, terjadilah kasus kematian misterius di Yogyakarta dimana banyak korban yang tewas dalam tidurnya, namun ditemukan luka cakar di lehernya. Salah satu korban adalah seorang pria yang pernah dimasuki mimpinya oleh Respati.
Penasaran dengan kejadian tersebut, Respati ditemani dengan Wulan, cewek baru di sekolahnya yang selalu kesurupan dan Tirta yang bertingkah seperti detektif, menyelidiki kasus tersebut. Sampai akhirnya mereka menemukan keterkaitan kematian para korban dengan dunia mimpi, desa Bajing Jiwo, dan dukun menyeramkan bernama Sukma.
Jalan cerita yang solid, visual effect yang ajib
Salah satu yang menjadi kejutan adalah cerita dibuka dengan adegan yang bikin merinding semenjak awaql cerita. Tanpa belum memperkenalkan tokoh utama, para sineas lebih memilih untuk memancing dan membuat jantung penonton deg-degan dengan adegan Respati yang ketakutan karena penampakan.
Seolah adegan itu ada prolog sebelum akhirnya perkenalan tokoh-tokoh yang terlibat. Strategi seperti ini biasa diterapkan di novel thriller, namun ternyata berhasil juga dalam sebuah film layar lebar.
Dengan cerita yang diadaptasi dari sebuah novel, tentu para sineas sudah bisa memanfaatkan premis dan karakter dan mengembangkan idenya. Termasuk dunia alam mimpi yang dibuat secara menarik. Bahkan pemilihan tone di dunia mimpi dan tone di dunia nyata dibuat berbeda sehingga para penonton memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Selain tone dan cerita serta karakter, visual effect yang dihadirkan benar-benar jempolan, termasuk practical effect-nya. Hal ini bisa terliha di adegan akhir-akhir saat pertarungan tokoh utama dengan penjahatnya.
Ada adegan dimana pertarungan terjadi sebuah ruangan yang bisa berputar yang lalu berpindah ke alam mimpi. Seolah memuaskan mata, adegan ini mengingatkan film-film fantasi ala Harry Potter dan sejenisnya.
Jadi wajar saja novel ini sudah dibeli oleh 10 negara dan siap tayang sceara internasional. Bahkan salah satu investornya adalah distributor film Korea Selatan "Parasite" yang pernah memenangkan Oscar
8,5/10
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan