INDOZONE.ID - Base Entertainment dan Cahaya Pictures resmi merilis official trailer, poster, dan sinopsis film 1 Imam 2 Makmum yang akan tayang di bioskop mulai 16 Januari 2025.
Melalui film ini, BASE Entertainment berkolaborasi dengan Ratih Kumala, kreator novel dan salah satu penulis serial Gadis Kretek.
Film bergenre drama romantis ini disutradarai oleh Key Mangunsong dan diproduseri oleh Fauzar Nurdin dan Aoura Lovenson Chandra. Lalu, untuk konsep original dan skenarionya ditulis oleh Ratih Kumala.
"Jadi, pertama kali tawaran ini dating dari Mba Ratih, kami adalah sahabat lama ya, sudah dari 2006, jadi Waktu Mba Ratih ngasih tau judulnya 1 Imam 2 Makmum, saya bilang, pilogami yah? nggak deh, saya punya prinsip," ujar Key Mangunsong selaku Sutradara saat jumpa pers di FX Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (26/11/2024).
Setelah dijelaskan lebih dalam lagi oleh Ratih Kumala, dengan menceritakan premisnya, ternyata pandangan Key tentang poligami itu salah, dan Key langsung menyetujuinya.
Baca Juga: Poster Dark Nuns Rilis, Film Horor Terbaru Song Hye Kyo Tayang di Januari 2025 Mendatang
Lantaran cerita ini tentang seorang perempuan yang harus menikah dengan seorang duda memiliki anak satu, yang tidak bisa move on dari mendiang istrinya. Hal itu yang membuat Key, selaku sutradara, langsung menyetujui tawaran Ratih Kumala untuk menggarap film 1 Imam 2 Makmum.
"Saya langsung suka, itu bagus banget menurut saya, waktu itu masih belum kita kembangkan, cuman saya langsung jatuh cinta dengan premis itu, itu berpotensi banget untuk diterima oleh masyarakat," tambahnya.
Hal itu lah yang akhirnya membuat Key percaya diri untuk menyutradarai film ini. Dia yakin bahwa film ini akan mengundang kesedihan masyarakat, khususnya di kalangan perempuan.
1 Imam 2 Makmum merupakan sebuah film yang terinspirasi dari kisah nyata dari pasangan yang memiliki benang merah sama, yakni suami yang tidak bisa move on dari istrinya yang sudah meninggal dunia.
"Jadi sebenarnya saya pribadi kenal beberapa pasangan yang mengalami hal seperti ini, baik itu dari pihak laki-lakinya maupun perempuannya, ini beda pasangan yang mereka tidak saling kenal gitu. Mereka memiliki benang merah yang sama bahwa suaminya itu tidak bisa move on dari istrinya yang sudah meninggal dunia, tapi dari keseluruhan cerita ini terinspirasi dari itu, sedangkan jalan ceritanya kemudian kami kembangkan sendiri gitu ya, jadi ini bukan based on, tetapi inspired," kata Ratih Kumala.
Tantangan Pemeran Utama dalam Film 1 Imam 2 Makmum
Bagi Fedi Nuril, pengalaman pertama kali saat menghadiri rapat untuk membahas proyek ini menjadi momen yang tak terlupakan.
"Pengalaman pertama kali meeting, masuk ruangan meeting, duduk, dikasih lihat judul, 1 Imam 2 Makmum, berangkat. Begitu dikasih script, oh bukan ternyata. Karena harus ada image yang harus dijaga kan. Ada konsistensi yang harus dijaga, karena mikir dulu, ternyata judulnya menjebak gitu, tapi benar begitu saya baca, menurut saya ini lebih horror daripada sekadar cerita poligami," ujar Fedi Nuril.
Pasalnya, Fedi Nuril sampai mengunjungi psikolog untuk melakukan riset dalam menjalani peran sebagai orang yang berduka ini.
"Karena saya pun sampai riset dengan psikolog untuk menjalani peran orang yang berduka ini, bersaing dengan memori itu bisa lebih berat, karena kita nggak tahu kapan memori mengikhlaskan itu, akhirnya bisa tergantikan dengan sosok yang baru," sambungnya.
Baca Juga: Film Narnia Versi Greta Gerwig Siap Mulai Syuting 31 Januari 2025 di New Zealand
Fedi Nuril kembali memerankan tokoh sebagai seorang pria yang kesetiaannya diuji, tapi justru perbedaannya adalah dia ingin setia kepada mendiang istrinya, tapi desakan untuk mencari pasangan baru untuk melanjutkan hidup.
"Itu terus bermunculan, yang akhirnya saya takut penonton nantinya kecewa, cuman yaudahlah, yang penting kita kasih yang terbaik dan bagaimana pun cerita ini sangat menyentuh dan saya harap setelah nonton, orang semakin paham bagaimana sebenarnya memahami orang yang berduka, dan hidup dengan seseorang yang sedang berduka," ujar Fedi.
Menurut Fedi Nuril, film 1 Imam 2 Makmum ini sangat menarik untuk diangkat ke sebuah cerita, karena sosok Anika di film ini sangat struggling dan penuh lika-liku dalam kehidupan rumah tangganya.
"Sosok Anika yang diperankan oleh Amanda Manopo ini sangat struggling, menemani, atau mencoba mengambil hati seseorang yang sedang berduka, karena memang orang yang berduka itu tidak nyaman, niatnya baik dengan memberikan perhatian, memberikan nasihat supaya dia cepat move on, padahal itu cara yang salah ternyata," sambungnya.
Di satu sisi memang kita harus kasih waktu untuk dia bisa mengikhlaskan dengan sendirinya, tapi di sisi lain, drama yang diciptakan di film ini ada ketidakjujuran, sehingga munculah tag line "Kamu Berhak Berduka, Tapi Aku Berhak Bahagia".
Seharusnya tag line itu diceritakan atau dijelaskan di awal, supaya tidak menimbulkan pergulatan antara Anika dan Arman.
Tantangan seorang Amanda Manopo untuk memerankan Anika ini adalah cerita dari film ini sangat relate dengan papanya, di mana saat ini papa Amanda masih setia dengan mamanya yang sudah meninggal.
"Ketika ditawarin film ini tuh aku takut sebenarnya, apa aku menjadi wanita penggoda atau apa gitu, terus setelah membaca, ini sebenarnya relate banget sama papa aku, kebetulan mama aku sudah meninggal, dan papa aku sekarang sendiri, papa tuh masih bertahan untuk tidak berkomunikasi kayak melanjutkan hidup sama perempuan atau punya pasangan baru, dia nggak mau, dia masih setia sama mama aku sampai sekarang," ujar Amanda.
Terkadang kita tidak tahu perasaan seseorang ketika ditinggalkan itu seperti apa, apalagi seorang pasangan yang ditinggalkan oleh pasangannya itu pasti yang hancur bukan hanya anak, tetapi pasangan yang akan hancur.
Baca Juga: Bakal Dibintangi Henry Cavill, Reboot Highlander Mulai Syuting Januari 2025
"Nah disitu aku ngerasain ini kayaknya papa aku banget deh, terus akhirnya aku sebagai yang memerankan Anika dengan dia punya karakter yang sangat lembut, dia juga bisa mengimpikan sebuah rumah tangga yang utuh, dan dia mempunyai harapan besar sama Arman, tapi Arman mencoba selalu menutupi itu semua," sambungnya.
Peran Anika di sini, dia diajarkan untuk selalu sabar dan selalu mendengar bahkan mempertanyakan tentang perasaan Mas Arman seperti apa.
"Dia pikir itu menjadi sebuah jalan untuk membuka hubungan mereka, ternyata mas Arman ini masih berkelut dengan masalah kehidupannya, sebagai Anika di sini agak sedih sih, dia selalu mencoba untuk menjadi pengobat, tapi tanpa dia sadari, dia pun juga terluka," pungkas Amanda.
Penulis: Nadya Mayangsari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung