Baskara Hindia. (Press Release) (Press Release)
INDOZONE.ID - Daniel Baskara Putra, pentolan grup musik Hindia, mengingatkan publik kepada korban Tragedi Semanggi I di tahun 1998.
Pesan itu ia sampaikan ketika memberi sambutan setelah Hindia meraih penghargaan album terbaik AMI 2025 untuk album Doves, '25 on Blank Canvas.
“Di rilisan ini juga ada tentang seorang ibu yang kehilangan anak pada tahun 1998, dan perjuangan dia sampai hari ini dalam mencari keadilan dan memupuk harapan," kata pria yang juga menjadi vokalis di .Feast dan Lomba Sihir ini.
Baca juga: Once Dorong Pembenahan Ekosistem Musik Nasional Lewat Penguatan UU Hak Cipta
Ia merujuk lagu "Anak itu belum pulang" dalam album Doves, '25 on Blank Canvas. Secara tersirat liriknya mengangkat soal Aksi Kamisan yang kerap menyuarakan tuntutan penuntasan kasus pelanggaran HAM.
Adalah seorang ibu bernama Sumarsih yang menginisiasi aksi tersebut. Ia merupakan orang tua dari Bernardinus Realino Norma Irawan yang biasa disapa Wawan. Wawan menjadi salah satu korban yang tewas diterjang peluru saat Tragedi Semanggi I.
"Untuk ruang dan apresiasi terhadap realita tersebut, terima kasih,” kata Baskara. Ia memang kerap menyisipkan kritik sosial dalam karyanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube @amiawards