Angel Pieters merilis single terbarunya “Garis Tangan” (Indozone/Salsabila Az Zahra)
INDOZONE.ID - Penyanyi Angel, yang dikenal sejak masa Idola Cilik, menggebrak dunia musik dengan karya terbarunya berjudul "Garis Tangan".
Lagu tersebut lahir dari kolaborasi yang tidak disengaja namun penuh makna antara Angel, Martinus Tintin sebagai komposer, dan Kamga sebagai penulis lirik.
Baca juga: Lirik dan Makna 'Rabun Jauh' dari Bernadya, Lagu Galau yang Wajib Kamu Hafal
Kisah di balik lagu ini bermula ketika Martinus bertemu dengan Angel. Meski awalnya sempat ada keraguan, keduanya justru menjadi teman baik hingga akhirnya lagu "Garis Tangan" tercipta.
Lagu tersebut sebenarnya sudah diciptakan sekitar dua bulan sebelum mereka bertemu.
Martinus awalnya sedang berkumpul dengan Kamga dan ingin menciptakan lagu yang berbeda dari biasanya, sebuah lagu balada namun tetap memiliki irama yang bisa membuat pendengarnya bergerak.
Saat Angel pertama kali mendengar lagu tersebut di rumahnya, ia langsung jatuh cinta dan merasa sangat cocok dengan karyanya.
"Garis Tangan" membahas tentang perjuangan manusia dalam menghadapi takdir.
“Perfektif saya waktu liat lagu ini saya mikirnya biasa aja, kayak cinta beda agama, kan paling laku tuh kalo di Indonesia. Terus saya mikir, bisa nggak ya diganti jangan ada kata agama. Makanya saya ganti pakai kata garis tangan,” jelas Martinus.
Baca juga: Romantis! Ungkapan Cinta Justin Bieber Lewat Lagu untuk Hailey dan Baby Jack di Coachella 2026
Ia membuat perumpamaan "Garis Tangan" seperti ibarat takdir. Manusia tidak bisa memaksakan takdirnya. Jika takdirnya tidak bisa bersama, berarti bukan jodoh dan memang harus berpisah.
“Kalau buat saya, lagu ini lebih dari sekedar takdir tentang dua orang yang tidak bisa bersama. Tapi lagu ini buat saya juga menjadi suatu kesadaran bahwa terkadang tidak semua hal itu sesuai dengan keinginan kita, kemauan kita, kehendak kita, dan itu menjadi salah satu bagian yang cukup besar dalam proses kehidupan,” papar Angel.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan perfektif Kamga yang merasa bahwa takdir bisa dipaksakan, yang menjadi alasan tercipnya lagu tersebut.
“Lagu ini kan ngomongin tentang dua orang. Kamga punya pemikiran, apakah dia bisa memaksakan dan mengubah garis tangan yang sudah ditulis dan ditakdirkan,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan