510 menghadirkan kolaborasi prestisius bersama ikon pop-rock tanah air, Vierratale. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Unit musik 510 kembali membuktikan ambisi kreatif mereka dalam industri musik domestik melalui terobosan terbaru.
Setelah konsisten memukau publik dengan aksi panggung yang energetik dan eksperimental, kini 510 menghadirkan kolaborasi prestisius bersama ikon pop-rock tanah air, Vierratale.
Berawal dari sebuah momen panggung yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial, mereka resmi meluncurkan single bertajuk "Esa x Perih".
Baca juga: Ade Govinda Buktikan Lagu Galau Tak Selalu Lahir dari Kesedihan Lewat Karya Barunya
Proyek ini bukan sekadar kolaborasi biasa, melainkan sebuah bentuk aktualisasi karya yang menyatukan dua generasi musik berbeda dalam satu harmoni.
Kisah di balik lahirnya karya ini bermula dari sebuah gimmick panggung yang sering dibawakan 510, yakni melakukan mash-up lagu "Esa" milik mereka dengan lagu legendaris "Perih" milik Vierratale.
Tak disangka, ramuan akustik tersebut mendapatkan respon luar biasa dari penonton karena kedua lagu yang dirilis dalam era berbeda itu justru terdengar sangat harmonis.
Momen krusial terjadi saat 510 dan Vierratale akhirnya dipertemukan dalam satu panggung festival musik yang sama, yang memungkinkan Ical dan Widi berduet secara langsung.
"Secara mengejutkan, respon dari penonton semakin antusias dengan kehadiran Widi yang secara langsung mengisi bagian nya di lagu tersebut. Setelah turun panggung, muncul lah obrolan-obrolan ringan untuk menggarap lagu mash-up tersebut secara lebih serius," ujar Faizal Permana, vokalis 510.
Diskusi spontan di balik layar menjadi titik awal bagi kedua band untuk mengabadikan kolaborasi mereka dalam format rekaman.
Proses aransemen dilakukan dengan sangat cermat agar perpaduan dua identitas musik ini menghasilkan harmoni yang tetap menghormati karya aslinya.
Penamaan proyek "Esa x Perih" bertujuan untuk menjaga keterikatan emosional dengan basis massa masing-masing.
Single kolaborasi bertajuk "Esa x Perih". (Istimewa)
Meski sempat terkendala jarak, seluruh pengerjaan teknis dari pembagian instrumen hingga finishing berhasil tuntas hanya dalam tiga bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers