Afgan gelar konser tunggal bertajuk "Retrospektif". (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Musisi ternama Afgansyah Reza atau akrab dipanggil Afgan bersiap menggelar konser tunggal sekaligus menandai perjalanan 18 tahun kiprahnya di industri musik Indonesia bertajuk Afgan Retrospektif: The Concert.
Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) itu, digadang-gadang menjadi pertunjukan paling akbar sekaligus paling jujur dari sang penyanyi.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pelantun lagu "Sadis" dalam konferensi pers di Jakarta, dia menjelaskan bahwa makna “Retrospektif” diambil dari judul album terbarunya.
Baca juga: GIGI Comeback Usai 10 Tahun, Intip Jadwal dan Harga Tiket Forever In The Air Tour 2026
Musisi berusia 36 tahun itu memaparkan bahwa retrospektif bukan sekadar nama, melainkan refleksi mendalam atas perjalanan hidup dan kariernya.
"Retrospektif adalah melihat kembali ke belakang untuk mengambil nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari semua hal yang sudah terjadi di hidup kita, supaya ke depannya kita bisa lebih jelas lagi,” ujar Afgan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Konser ini terasa semakin spesial bagi Afgan karena setelah 11 tahun berlalu sejak konser tunggal pertamanya, ia kembali menggandeng maestro Erwin Gutawa.
Dengan dukungan penuh dari Erwin Gutawa Orchestra, lagu-lagu hits Afgan akan dibalut aransemen megah dan lebih emosional.
"Saya akan menyanyikan sekitar 30 lagu dalam konser ini, mulai dari lagu debut sampai yang terbaru. Kemarin saya pertama kali mendengar preview overture yang dikirim Om Erwin dan saya sampai bilang, 'Wow' itu bagus banget,'"jelas Afgan.
Afgan juga menjelaskan bahwa di konsernya nanti akan mengusung konsep “Grande Symphonic Universe”, menyuguhkan pengalaman tak terlupakan melalui perpaduan musik simfoni megah dengan tampilan visual modern.
Konsep tersebut dipilih sebagai upaya Afgan mengingatkan kembali penonton tentang sakralnya musik.
Afgan mengaku memiliki keresahan terhadap cara bermusik saat ini dinikmati banyak orang. Menurutnya, musik kini sering dianggap sebagai sesuatu yang hanya lewat begitu saja.
"Di konser ini saya mau membangkitkan lagi betapa sakralnya musik dan betapa megahnya musik jika kita nikmati benar-benar secara penuh. Jadi, ketika selesai menonton konser, penonton bisa merasa mendapatkan sesuatu, bukan cuma sekadar bilang, ‘Ah seru ya,’ tapi sampai berpikir, ‘Gila, gue mau nonton lagi,’” jelasnya.
Baca juga: Daftar Harga Tiket Konser Westlife 2027 dan Cara Membelinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung