Penampilan Diskoria Live Jazz Set Feat. Andien, Neida, Harvey Malaihollo, Morad, dan Nikita Dompas dalam acara Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (30/5/2026) malam. (ANTARA/Farika Nur Khotimah)
INDOZONE.ID - Hujan yang turun di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (30/5) malam tidak menghentikan jalannya pesta musik yang dihadirkan Diskoria Live Jazz Set dalam ajang myBCA International Java Jazz Festival 2026. Alih-alih membubarkan penonton, cuaca yang kurang bersahabat justru menciptakan suasana konser yang hangat dan penuh kebersamaan antara para musisi dan penikmat musik yang tetap bertahan di depan panggung.
Sejak awal pertunjukan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, rintik hujan sudah mulai turun. Namun penonton yang telah memenuhi area konser memilih tetap menikmati setiap lagu yang dibawakan Diskoria bersama sejumlah musisi tamu seperti Andien, Neida, Harvey Malaihollo, Morad, dan Nikita Dompas.
Malam itu, Diskoria menghadirkan rangkaian lagu yang mengajak penonton bernostalgia dengan berbagai karya musik Indonesia dari lintas generasi. Beberapa lagu yang dibawakan antara lain "Sakura Abadi", "Tanah Air", "Sakura" yang dipopulerkan Fariz RM, "Balada Insan Muda", "Pelangi Cinta", hingga "Perhara Api Asmara".
Meski hujan terus turun, suasana di depan panggung tidak kehilangan energinya. Penonton tetap bernyanyi bersama mengikuti setiap lirik dan larut dalam aransemen khas Diskoria yang memadukan nuansa disko, pop, dan jazz.
Salah satu momen yang paling mendapat sambutan hangat terjadi ketika Andien naik ke atas panggung. Diskoria langsung mengajak penonton memberikan sambutan meriah kepada penyanyi yang telah lama menjadi bagian penting dalam industri musik Indonesia tersebut.
Kehadiran Andien menambah semarak pertunjukan yang sudah berlangsung meriah sejak awal. Bersama Diskoria, ia membawakan sejumlah lagu termasuk "Selamat Ulang Tahun" yang langsung mengundang penonton ikut bernyanyi bersama.
Di tengah cuaca yang tidak menentu, interaksi antara para musisi dan penonton justru terasa semakin dekat. Tidak sedikit penonton yang tetap berdiri di area terbuka sambil menikmati setiap lagu yang dibawakan sepanjang malam.
Kesetiaan para penonton yang tetap bertahan di tengah guyuran hujan juga mendapat perhatian dari para musisi yang tampil.
Morad secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada para penggemar yang memilih tetap menikmati konser meskipun harus berbasah-basahan.
Baca juga: Hari Pertama Java Jazz Festival 2026: Sensasi Venue Baru dengan Para Musisi yang Variatif
"Sebelumnya terima kasih udah rela hujan-hujanan," ujar Morad dari atas panggung yang langsung disambut sorakan penonton.
Ucapan tersebut seolah menjadi pengakuan bahwa malam itu bukan hanya tentang pertunjukan musik, tetapi juga tentang pengalaman bersama yang dibangun oleh para musisi dan penonton yang sama-sama menolak menyerah pada cuaca.
Memasuki penghujung pertunjukan, hujan masih menjadi bagian dari suasana konser. Namun energi penonton tidak berkurang. Mereka tetap bernyanyi dan menikmati setiap penampilan hingga lagu terakhir.
Andien kembali menyapa penonton dan menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme yang ditunjukkan sepanjang pertunjukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA