Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 10 APRIL 2023 • 15:22 WIB

Kenangan Kerusuhan Konser Metallica 93, Gak Punya Tiket hingga Rusak Rumah di Pondok Indah

Kenangan Kerusuhan Konser Metallica 93, Gak Punya Tiket hingga Rusak Rumah di Pondok IndahKonser Metallica di Jakarta pada 10 - 11 April 1993 yang diwarnai aksi kerusuhan. (Instagram/metallica)

Sudah hampir 30 tahun berlalu semenjak grup Metallica melakukan konser di Jakarta untuk pertama kali. Kendati sudah tiga dekade, konser tersebut ternyata menyisakan kenangan kelam lantaran terjadinya kerusuhan.

Bagaimana tidak, para penggemar yang saat itu tak mampu membeli tiket mengamuk hingga terjadi kerusuhan di luar lokasi venue. Tak hanya menghancurkan berbagai properti dan membakar, mereka juga melakukan berbagai tindakan kriminal di kawasan tersebut.

Nah, berikut ini beberapa fakta tentang konser Metallica pada 1993 di Jakarta yang disususn Indozone dari berbagai sumber.

Konser Metallica seharga Rp30 ribu.

Metallica konser di Jakarta. (Youtube/MediaFOR GETMedia)

Tahun 1993 silam, grup besar Metallica memasukan nama Indonesia ke daftar negara yang kunjungi dalam tur dunia "Nowhere Else To Roam. Metallica in Concerts". Gelaran tersebut akan digelar di stadion Lebak Bulus, Jakarta yang saat itu masih berdiri megah.

Baca Juga: Wanita Ini Melahirkan Saat Nonton Konser Metallica, Lahirnya Diiringi 'Enter Sandman'

Ketika gelaran itu, seluruh penggemar antusias dan berupaya untuk bisa menonton acara konser yang berkapasitas 12.500. Antusiasme penggemar Metallica memuncak. 

Hajatan itu hadir dua hari, 10-11 April 1993, denga harga tiket Rp.30 ribu hingga Rp150 ribu.Tersedia kelas tribun utara, timur, barat, atau festival. 

Hari pertama konser 

Stadion Lebak Bulus, Jakarta tempat konser Metallica tahun 1993. (Youtube/Ari Pram Sastro)

Hari pertama konser Metallica pun tiba, para penggemar sudah datang di Lebak Bulus semenjak siang hari. Kemacetan di sekitar stadion tak terhindarkan. Apalagi antrian untuk masuk ke stadion sudah mengular. 
Di zaman itu, harga tiket Rp30 ribu hingga Rp150 ribu terbilang sangat tinggi. Saat itu upah minimum regional (UMR) di Jakarta jauh di bawah Rp150 ribu. Sebagian mereka membeli tiket, namun sisanya lebih banyak yang tak mampu membeli tiket konser

Grup Band Thrash Metal Indonesia, Rotor membuka konser dari atas panggung berukuran 21 x 13 meter. Mereka memanaskan seisi stadion selama kurang lebih 30 menit. Akhir yang ditunggu-tunggu pun tiba. 

Metallica membuka konsernya dengan lagunya Creeping Death. Total Metallica membawakan sekitar 19 lagu andalan. Keempat personel pun mengaku bangga banyak penonton yang hafal dengan lagunya.  

Kericuhan di Luar Stadion: mobil dirusak, toko-toko dibakar

Kericuhan di Luar Stadion Lebak Bulus saat konser Metallica tahun 1993. (Youtube/Media FOR GETMedia).

Meski konser Metallica hari itu terlihat baik-baik saja di dalam stadion, namun di luar stadion suasana terlihat sangat mencekam. Mengutip pernyataan Lars Urich dalam video Youtube berjudul 'Global Metal', suasana di luar stadion terasa mencekam karena banyak aksi kerusuhan. Para pengunjung yang tak memiliki tiket mencoba menerobos masuk hingga kerusuhan terjadi. 

Banyak dari penggemar Metallica yang saat itu digemari masayarakat kelas menegah bawah dan menganggap tiket terlalu mahal mencoba menerobos dengan cara apapun. Ada yang mencoba memembaur dengan penonton yang punya tiket atau mencari celah dari pintu masuk lainnya. Namun para petugas pun bisa menghalau mereka. 

Merasa sakit hati, mereka pun melakukan perlawanan dnegan membuat aksi nekat seperti membakar kios-kios di sekitar Stadion serta memberhentikan mobil-mobil yang melintas. Aksi kriminal pun terjadi, dimana mereka merampok dan mencopet barang-barang beharga dari pengendara mobil.

Baca Juga: Vokalis 1975 Sebut Metallica sebagai Band Terburuk Sepanjang Masa

Aksi penjarahan: rumah mewah di Pondok Indah jadi sasaran.

Kerusuhan konser Metallica 1993. (Youtube/

Massa mencoba melakukan penjarahan. Segala macam barang berharga yang ada di etalase toko digondol massa. Kericuhan itu buat Jakarta mencekam. Banyak dari mereka yang nekat dan beringas seperti membakar dan merusakkan mobil yang mereka temukan di jalan atau di lapangan parkir,

Aksi itu sampai mengarah ke sejumlah pertokoan di Pondok Indah Plaza. Ada sekitar 107 mobil yang diparkir di kawasan itu dirusak masaa. 

Tak hanya itu, banyak rumah mewah di kompleks Pondok Indah tak jauh dari Stadion Lebak Bulus, juga menjadi korban. Kaca pintu dan jendelanya pecah ditimpuki batu. Ada sekitar puluhan orang luka- luka, 15 di antaranya terluka berat akibat kerusuhan tersebut.

Sempat menggratiskan penonton masuk

 

Lantaran kerusuhan dan desakan para fans yang sudah semakin brutal, panitia acara semakin terdesak. Apalagi para petugas keamanan tak bisa apa-apa. 

Hal itu membuat para panitia akhirnya membuka pintu gerbang dan membiarkan banyak penonton yang tak punya tiket bisa nonton gratis. Sekitar pukul 21.15, gerbang dibuka secara gratis dan langsung diserbu. Saat acara selesai sekitar pukul 22.30, para penonton keluar arena dan menjumpai para aparat yang telah membentuk pagar betis sepanjang ruas jalan keluar. Saat itu, angkutan umum tak lewat demi menghindari kerusuhan.
 
Setelah kerusuhan berhasil dikendalikan, polisi telah menangkap sekitar 80-110 orang untuk diperiksa di Polda Metro Jaya dan Kodim 0508. Delapan di antaranya ditahan. Dari pemeriksaan di Kodim 0508, hanya dua orang yang ditangkap yang memiliki tiket.

Konser Hari Kedua, perketat penjagaan.

Konser Metallica pada 1993 silam. (Youtube/Media FOR GETMedia)

Kerusuhan di hari pertama, hampir saja dibatalkan oleh Pangdam Jaya. Dalam beberapa sumber, pihak ABRI menyelidiki asal muasal kerusuhan, apakah aksi reaksi spontan para penonton atau memang ada yang sengaja memprovokasi. Bila memang aksi rekasi spontan dari penonton, maka konser boleh dilanjutkan di hari kedua, 11 April 1993.

Akhirnya, pertunjukan hari kedua tetap dilaksanakan, namun sesuai arahan pihak Pangdam pengawasannya harus lebih ketat. Benar saja hampir tiga kalipat personel diturunkan. Dari yang sebelumnya 2500 orang, kini mencapai 7000 pengamanan. 

Lagi-lagi. masih banyak penonton yang tidak memiliki tiket tetap berusaha masuk. Sehinggak akhirnya baru beberapa menit berjalan, pihak promotor membukan gerbang dan menggratiskan konser tersebut. 

Kerugian promotor AIRO yang dipimpin Setiawan Djody

Pihak promotor yang membawal Metallica saat itu, AIRO mengalami kerugian besar lantaran pemasukan mereka tak mampu menutup biaya pertunjukan dua hari senilai Rp1,5 miliar. Belum lagi mereka harus membauar asuransi Rp3 miliar untuk mengganti kerugian fasilitas stadion dan penonton yang membeli tiket.
 
Sejak kerusuhan besar itu, izin pagelaran panggung musik sangat diperketat untuk kawasan Jakarta. Bahkan untuk panggung musik yang mendatangkan massa besar, harus siap-siap mendapat lampu merah.

Pendapat Metallica saat konser terjadi

Metallica saat live di Jakarta 1993. (Youtube/MediaFOR GETMedia)

Pasca kerusuhan konser, banyak analisis dan pengamat yang membagikan pendapat mereka, baik dari aparat hingga budaywan. Beberapa dari mereka menyebutkan masalah kesenjangan sosial hingga ada yang menyebutkan kerusuhan adalah bagian dari budaya musik keras. 

Namun pernyataan yang kedua tersebut dibantah oleh para personel Metallica sendiri, seperti James Hetfield. Dia menilai musik jenis metal justru bisa mengajak pendengar ke arah yang lebih positif. 

Menurutnya, para personel Metallica lainnya tahu ada keributan terjadi di luar stadion, tetapi tak tahu apa penyebabnya. Lars Urich juga mengatakan dalam video Global Metal mereka mendengar suara sirenen dan ada korbaran api di luar stadion. Namun tak tahu apa yang menyebabkan kejadian dan siapa yang memulai.

Ada yang mengatakan bila banyak penonton yang menyerang aparat keamanann. James pun mengatakan kerusuhan serupa tak mungkin terjadi di Los Angeles, sebab penduduk tidak diperkenankan melawan petugas keamanan.

Metallica kembali ke Jakarta pada 2013 silam.

Metallica konser di Jakarta 2013 lalu. (Antaranews).

Setelah dua tahun berlalu, Metallica akhirnya kembali ke Jakarta dan menggelar konser Stadion Utama GBK, Jakarta. kali ini konsernya sukses dan jauh dari kata kerusuhan. Bahkan saat konser tersebut, Presiden Joko Widodo yang saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta datang menonton konser James Hetfield dkk.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kenangan Kerusuhan Konser Metallica 93, Gak Punya Tiket hingga Rusak Rumah di Pondok Indah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!