Sabtu, 05 JULI 2025 • 20:00 WIB

Oasis Resmi Comeback Setelah 16 Tahun, Ribuan Penggemar Membludak di Konser Reuni

Author

Foto konser comeback Oasis setelah 16 tahun di Principality Stadium, Cardiff, Wales, Inggris pada Kamis malam (4/7/2025) waktu setempat. (Yonhap News)

INDOZONE.ID - Setelah penantian panjang selama 16 tahun, band legendaris asal Inggris, Oasis, akhirnya kembali naik panggung. Konser reuni Oasis bertajuk Oasis Live 25 resmi dimulai di Cardiff, Wales, Inggris pada Kamis malam (4/7/2025) waktu setempat. Ini menjadi berita terbaru Oasis yang langsung menghebohkan dunia musik.

"Rasanya sudah terlalu lama ya. Senang sekali bisa kembali!" seru Liam Gallagher yang membuka konser bersama saudaranya, Noel Gallagher. Momen Liam dan Noel Gallagher reuni ini menjadi sorotan utama.

Keduanya menggebrak panggung dengan lagu “Hello” dan “Acquiesce”. Seketika, stadion Principality dipenuhi sorakan lebih dari 74 ribu penonton yang ikut larut dalam nostalgia, seperti dilaporkan Reuters.

Baca juga: Jarang Dapat Sorotan, Ini 5 Lagu Oasis Paling Underrated yang Jarang Diketahui

Oasis memang dikenal sebagai simbol besar musik Britpop dunia. Namun, hubungan antara Liam dan Noel selama ini penuh konflik hingga menyebabkan band ini bubar pada 2009. Kini, Oasis kembali setelah 16 tahun vakum, dan di konser kali ini, keduanya tampak akur. 

Bahkan, mereka terlihat saling menggenggam tangan dan mengangkatnya tinggi-tinggi di atas panggung, momen yang memicu histeria penonton.

Dalam konser tersebut, Oasis membawakan deretan lagu hits mereka seperti “Morning Glory”, “Some Might Say”, “Roll With It”, “Stand By Me”, “Supersonic”, hingga “Rock 'N' Roll Star”.

Baca juga: Album Debut Oasis Kembali Merajai Tangga Lagu Inggris Setelah 30 Tahun Rilis

Tak hanya itu, saat membawakan “Cigarettes and Alcohol”, Liam sempat menyapa penonton, "Coba kalian saling merangkul, seolah-olah kalian saling mencintai," ucapnya yang langsung disambut hangat para penggemar.

Sejak beberapa jam sebelum konser dimulai, ribuan penggemar sudah memadati area stadion. Mereka mengenakan kaus Oasis sambil menunggu pintu masuk dibuka. Salah satu penggemar bahkan membentangkan spanduk bertuliskan "Penantian panjang ini akhirnya berakhir."

Matt Hopman (48), salah satu penonton, menyebut Oasis bukan sekadar band biasa. "Oasis itu sudah seperti sebuah gerakan. Mereka bagian dari identitas Inggris," katanya.

Sementara itu, Ellie Wilshaw (19), seorang mahasiswa yang saat Oasis bubar masih bayi, rela menunggu di pintu stadion. "Saya rela bayar berapa pun untuk melihat mereka reuni," ujarnya.

Menurut laporan media setempat, ada juga penggemar yang terbang jauh-jauh dari Argentina dan Jepang demi menyaksikan konser ini. Mereka bahkan rela menghabiskan biaya perjalanan hingga 5.000 poundsterling atau sekitar Rp110 juta demi pengalaman tak terlupakan ini.

Bagi penggemar yang kehabisan tiket, mereka tetap memadati sekitar stadion untuk merasakan atmosfer konser dari luar. Momen Oasis resmi comeback ini benar-benar menjadi perayaan besar bagi para penggemarnya di seluruh dunia.

Setelah konser reuni Oasis di Cardiff, mereka akan tampil di kampung halaman mereka di Manchester, Inggris. Tur ini juga akan menyambangi berbagai negara seperti Irlandia, Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Brasil, hingga Indonesia yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.

Oasis yang dibentuk pada 1991 ini memang punya tempat spesial di hati penggemarnya. Hits seperti “Don’t Look Back in Anger” dan “Live Forever” telah menjual lebih dari 90 juta kopi di seluruh dunia.

Tak heran, saat kabar Oasis resmi comeback diumumkan pada Agustus tahun lalu, tiket konser di Inggris langsung ludes dalam waktu singkat. Bahkan, harga tiketnya di pasar gelap melambung tinggi.

Menariknya, di tengah konser, Liam sempat melontarkan candaan soal harga tiket yang selangit. "Kalian menikmati konser ini? Tiketnya sepadan dengan 40 ribu poundsterling (sekitar Rp885 juta) kan?" ucapnya yang langsung disambut gelak tawa penonton.

John Aizlewood, seorang penulis musik yang diwawancarai media setempat, menyebut chemistry antara Liam dan Noel yang terkenal penuh kejutan adalah bagian dari pesona Oasis. 

"Di balik semua itu, ada unsur 'bahaya' yang justru membuat Oasis begitu menarik," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Naver

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU