INDOZONE.ID - Ajang musik paling bergengsi di dunia, Grammy Awards ke-68, siap digelar pada Februari 2026 mendatang di Crypto.com Arena, Los Angeles. Tahun ini, nominasi Grammy 2026 diwarnai oleh persaingan ketat antara musisi hip-hop, pop, dan K-pop.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Kendrick Lamar, yang berhasil memimpin daftar nominasi Grammy 2025 dengan jumlah terbanyak di antara seluruh kandidat.
Dikenal sebagai “raja hip-hop” dunia, Kendrick Lamar raih nominasi Grammy 2026 terbanyak dengan total 9 kategori, termasuk tiga kategori utama, yakni Record of the Year, Album of the Year, dan Song of the Year.
Baca juga: Mengenang Kepergian Fatman Scoop, Peraih Grammy yang Wafat saat Tampil di Panggung
Lamar, yang sudah 57 kali masuk nominasi dan memenangkan 22 penghargaan Grammy sepanjang kariernya, kembali membuktikan dominasinya lewat album terbaru berjudul GNX. Sebelumnya, pada Grammy 2024, ia sukses besar dengan lagu Not Like Us yang meraih penghargaan “Record of the Year” dan “Song of the Year” sekaligus.
Prestasi ini makin mempertegas posisinya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di dunia musik modern.
Selain Kendrick Lamar, beberapa nama besar lain juga turut mendominasi nominasi Grammy 2026. Bad Bunny, penyanyi asal Puerto Rico yang populer dengan lagu-lagu berbahasa Spanyol beraliran Latin pop dan hip-hop, mengantongi 6 nominasi berkat album Debi Tirar Mas Fotos.
Dari kubu musisi wanita, Lady Gaga memimpin dengan 7 nominasi, disusul Sabrina Carpenter dengan 6 nominasi. Ketiganya bersaing langsung dengan Kendrick Lamar di kategori utama, menjadikan Grammy tahun ini sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah.
Salah satu kejutan besar tahun ini datang dari dunia K-pop. Rose BLACKPINK masuk nominasi Grammy melalui kolaborasinya dengan Bruno Mars dalam lagu APT. (Apartment). Lagu tersebut masuk tiga kategori besar, termasuk “Song of the Year” dan “Record of the Year”.
Capaian ini menjadikan Rosé salah satu penyanyi K-pop pertama yang berhasil menembus kategori utama Grammy.
Tak hanya itu, lagu Golden dari soundtrack Netflix “K-pop Demon Hunters” juga mencatat pencapaian besar dengan 5 nominasi, termasuk “Song of the Year”.
Rosé akan bersaing ketat dengan Kendrick Lamar, Bad Bunny, Lady Gaga, Sabrina Carpenter, Billie Eilish, Doechii, dan Chappell Roan untuk memperebutkan “Record of the Year”.
Baca juga: Benarkah Bianca Censori Dipaksa Kenakan Busana Transparan di Grammy? Ini Rumor yang Beredar
Dalam kategori Song of the Year, lagu APT. dan Golden akan bersaing dengan:
- Abracadabra (Lady Gaga)
- Anxiety (Doechii)
- DtMF (Bad Bunny)
- Luther (Kendrick Lamar)
- Manchild (Sabrina Carpenter)
- WILDFLOWER (Billie Eilish)
Sedangkan untuk Album of the Year, daftar nominasi Grammy 2025 diisi oleh nama-nama besar seperti Kendrick Lamar, Bad Bunny, Lady Gaga, Sabrina Carpenter, Justin Bieber, Leon Thomas, Clipse, dan Tyler, The Creator.
Menariknya, tahun ini ada tiga album rap yang berhasil masuk kategori tersebut, menjadi hal yang jarang terjadi di ajang Grammy.
Di kategori Best New Artist, grup KATSEYE, proyek kolaborasi antara Korea dan Amerika di bawah naungan HYBE berhasil masuk nominasi bersama Olivia Dean, The Marías, Addison Rae, Sombr, Leon Thomas, Alex Warren, dan Lola Young.
Sementara itu, Taylor Swift kali ini absen dari daftar nominasi Grammy 2026. Album terbarunya, The Life of a Showgirl, dirilis melewati batas waktu pendaftaran (akhir Agustus 2024), sehingga tidak memenuhi syarat nominasi tahun ini.
Secara keseluruhan, Grammy Awards 2025 mencatat lebih dari 23.000 entri yang bersaing dalam 95 kategori berbeda.
Para pemenang akan ditentukan melalui pemungutan suara oleh sekitar 15.000 anggota Recording Academy, yang terdiri dari musisi, produser, teknisi suara, hingga penulis lagu profesional.
Dengan kehadiran Kendrick Lamar, Bad Bunny, Lady Gaga, dan Rosé BLACKPINK, Grammy 2026 diprediksi akan menjadi perayaan musik lintas genre yang menggambarkan kekayaan budaya dan kreativitas global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naver