Senin, 15 DESEMBER 2025 • 17:25 WIB

KRASKOMBAT Jajal Konsep Showcase di Toko Musik, Raw Perfomance di Galeri Musik Indonesia

Author

Grup musik Kraskombat (INDOZONE/M Fadli)

INDOZONE.ID — Band rock Kraskombat mencoba jalur yang berbeda dalam mempresentasikan karya mereka. Bersama Galeri Musik Indonesia (GMI), Kraskombat menggelar showcase musik langsung di dalam toko alat musik, sebuah konsep yang terbilang jarang, bahkan nyaris belum pernah dilakukan di Indonesia.

Konsep ini diprakarsai langsung oleh Kraskombat dan GMI, dengan pendekatan yang sangat sederhana dan apa adanya. 

“Konsepnya raw. Rekamannya pakai handy recorder satu channel aja. Nggak ada mixing, nggak ada mastering. Audio yang keluar benar-benar organik,” ujar Bobby, vokalis Kraskombat saat diwawancara Indozone.

Eksperimen Kolaborasi Band dan Toko Musik

Menurut Bobby, ide showcase di dalam toko musik berangkat dari keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Selama ini, showcase atau peluncuran karya lebih sering digelar di venue atau ruang pertunjukan, bukan di ruang jual-beli alat musik.

Baca juga: Kraskombat Rilis "Autopilot", Lagu yang Menggabungkan Heavy dan Thrash Metal

“Konsep ini diprakasai berdua, KRASKOMBAT dan Galeri Musik Indonesia. Kita lihat konsep ini di Indonesia belum ada nih, showcase di toko musik. mungkin kalau di toko rilisan musik sudah ada. Tapi di toko musik belum ada,” jelasnya.

Kraskombat berharap konsep ini bisa menjadi blueprint untuk ke depannya, bahkan mungkin menginspirasi musisi lain untuk melakukan hal serupa. Selain sebagai medium kreatif, kolaborasi ini juga dinilai bisa membantu promosi sekaligus penjualan toko musik itu sendiri.

Konsep showcase content di toko musik GM( (INDOZONE/M Fadli)

Tampilkan Single dan Lagu Baru

Dalam showcase tersebut, Kraskombat membawakan sejumlah materi penting dalam perjalanan mereka. Mulai dari single pertama “Autopilot”, disusul “Kepada Hitam dan Api”, hingga satu lagu baru yang belum pernah direkam sebelumnya.

“Ada satu lagu baru yang kita bawain untuk pertama kalinya, judulnya ‘Lintas Sumatra’. Ini benar-benar first record dan langsung kita publish,” kata Bobby.

Meski direkam dalam format video, Bobby menegaskan bahwa konten ini bukanlah video klip resmi.

“Ini bukan video klip, tapi video showcase konten online. Nantinya akan kita rilis di media sosial Kraskombat.”

Baca juga: Toko Musik, Hidup Segan Mati Tak Sudi Pada Era Digital

GMI Terbuka untuk Kolaborasi Musisi

Dari sisi Galeri Musik Indonesia, Reksi menjelaskan bahwa pembuatan video showcase di dalam toko ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Namun, kolaborasi dengan musisi sejatinya bukan hal baru.

“Sebelumnya kita sering kolaborasi sama musisi dan influencer. Ada Fajar Satritama, drummer Edane dan God Bless, lalu Andyan Gorust, mantan drummer DeadSquad, dan banyak musisi lain,” ungkap Reksi.

Ide pembuatan video showcase di toko musik ini datang langsung dari pihak Kraskombat. GMI pun menyambutnya dengan terbuka.

“Selama masih di dunia musik dan ada kedekatan emosional, kita nggak menutup kemungkinan. Musisi lain juga boleh kalau mau bikin konten atau video klip di sini,” tambahnya.

Perjalanan Galeri Musik Indonesia

Galeri Musik Indonesia sendiri awalnya berfokus pada penjualan alat musik dan sound system secara online. Berdiri sejak 2007, GMI banyak menangani proyek pengadaan untuk perusahaan, gereja, dan berbagai institusi.

Kemudian, GMI membuka showroom fisik bernama G-Spots (Guitar Spot Station) yang mulai beroperasi sejak 2022 di saat era pandemi.

“Kita lebih mengutamakan service dan aftersales. Mulai dari bantu setting playability instrumen sampai diskusi kebutuhan sound system sesuai kebutuhan customer,” jelas Reksi.

Baca juga: Lyodra Rilis Single “Teganya Kau”, Lagu Ciptaan Penggemar yang Berbuah Kolaborasi Manis

Ruang Kreatif Baru di Toko Musik

Kolaborasi Kraskombat dan GMI membuktikan bahwa toko musik bukan hanya ruang transaksi, tetapi juga bisa menjadi ruang kreatif. Showcase raw ini menjadi bukti bahwa pendekatan sederhana dan jujur justru bisa menghadirkan pengalaman musik yang lebih dekat dan personal.

Ke depan, konsep ini diharapkan bisa berkembang dan diterapkan di toko musik lain, membuka lebih banyak ruang alternatif bagi musisi Indonesia untuk berkarya dan bereksperimen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU