Moluccan Soul dan Tiara Andini Bakal Tampil di Sarinah di Malam Tahun Baru 2026, Ada Galang Dana untuk Sumatra
INDOZONE.ID - Keputusan Moluccan Soul menerima tawaran tampil pada malam pergantian tahun 2026 di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, bukan semata perkara panggung dan penonton. Bagi grup musik yang dikenal kental mengusung semangat kebersamaan dan akar budaya ini, ajang Festiloka Panggung Nusantara 2026 dinilai sejalan dengan visi mereka dalam memaknai musik sebagai ruang perjumpaan nilai, empati, dan kemanusiaan.
Momen tampil tersebut berlangsung pada puncak rangkaian program Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar PT Sarinah. Acara ini menjadi bagian dari strategi Sarinah dalam menghadirkan pengalaman akhir tahun yang berbeda, dengan menargetkan sekitar 300.000 pengunjung sepanjang 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Peningkatan ini mencerminkan antusiasme publik terhadap perayaan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat makna.
Bagi Moluccan Soul, panggung Sarinah bukan sekadar titik temu musisi dan audiens. Mereka melihat kesamaan pandang dengan konsep acara yang menempatkan budaya Nusantara dan kepedulian sosial sebagai inti perayaan. Dalam konteks inilah, musik diposisikan sebagai medium untuk menyatukan beragam latar belakang masyarakat yang hadir di kawasan ikonik pusat ibu kota tersebut.
Baca juga: 25 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 yang Lucu dan Penuh Makna
Festiloka Panggung Nusantara 2026 sendiri digelar pada 31 Desember 2025, bertepatan dengan Car Free Night. Acara ini dirancang sebagai perayaan kolektif menyambut tahun baru dengan pertunjukan musik dan seni etnik Indonesia. Selain Moluccan Soul, penyanyi Tiara Andini turut didapuk sebagai pengisi acara utama, dilengkapi penampilan Tari Jaranan dari Kediri dan Tari Burung Enggang dari Kalimantan.
Nilai empati menjadi benang merah perhelatan ini, terutama dengan keputusan Sarinah untuk meniadakan pesta kembang api. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat Sumatera yang tengah berduka akibat bencana alam. Sebagai gantinya, perayaan dikemas lebih sederhana, reflektif, dan penuh kepedulian.
“Beberapa kegiatan yang tadinya kami rencanakan untuk sangat amat meriah, kami akan melakukannya lebih sederhana, lebih bermakna, dengan tujuan untuk memberikan dukungan kepada teman-teman yang sedang berduka di Sumatera,” ujar Raisha.
Pendekatan tersebut selaras dengan tema besar Natal dan Tahun Baru Sarinah, “Hadiah Penuh Rasa dari Karya Penuh Cinta”. Tema ini juga tercermin dalam penggunaan Ulos sebagai elemen visual utama Natal 2025, yang dalam tradisi Sumatera Utara melambangkan doa, restu, dan harapan baik.
“Natal dan Tahun Baru bagi Sarinah bukan sekadar perayaan kalender, tetapi momentum untuk menghadirkan ruang yang menyatukan insan manusia, cerita, dan nilai. Melalui budaya, kuliner, seni, hingga ruang berbagi, Sarinah bertujuan menjadi tempat di mana kebersamaan dirayakan, empati tumbuh, dan menjadi ruang
pengalaman yang berkesan sarat makna. Inilah peran Sarinah yang terus kami jaga sebagai Indonesia’s Cultural Experience Center,” ujar Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan.
Baca juga: Usai Alami Perlakuan Tak Pantas dari Penggemar, Tiara Andini Kini Lebih Waspada di Depan Publik
Sarinah turut memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung dengan menyiapkan 113 personel tambahan, berkoordinasi dengan aparat keamanan, serta melakukan pengecekan sistem gedung dan proteksi kebakaran. Pada malam pergantian tahun, Sarinah Thamrin akan beroperasi hingga pukul 00.00 WIB, memberi ruang bagi masyarakat untuk merayakan tahun baru secara tertib dan aman.
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, acara puncak ini diawali dengan doa bersama dan penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatera, bekerja sama dengan Disparekraf Jakarta dan BAZNAS BAZIS Jakarta. Unsur inilah yang memperkuat alasan Moluccan Soul untuk terlibat, karena mereka memandang perayaan tahun baru sebagai momentum berbagi, bukan semata euforia. Nilai-nilai ini pula yang dirasakan dekat dengan karakter musik Moluccan Soul.
Melalui partisipasi Moluccan Soul dan rangkaian acara yang dirancang inklusif, Sarinah berupaya menghadirkan perayaan akhir tahun yang tidak hanya meriah, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun, panggung ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa musik, budaya, dan empati dapat berjalan seiring dalam menyambut lembaran baru 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release