Kamis, 08 JANUARI 2026 • 15:08 WIB

Armand Maulana Ungkap Resolusi 2026, Dorong Revisi UU Hak Cipta Demi Ekosistem Musik

Author

Armand Maulana. (Instagram/@armandmaulana04)

INDOZONE.ID - Vokalis grup band GIGI, Armand Maulana, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang penuh perubahan dalam perjalanan hidup dan kariernya. 

"Resolusi saya yang baik-baik saja," ujar Armand Maulana saat diwawancarai INDOZONE beberapa waktu lalu. 

Ia dipercaya oleh rekan-rekan sesama penyanyi untuk menjabat sebagai Ketua Umum VISI (Vibrasi Suara Indonesia), dengan Ariel sebagai wakil ketua. 

Amanah tersebut membawanya terlibat langsung dalam berbagai agenda penting, termasuk intens berkomunikasi dengan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna membahas penyempurnaan Undang-Undang Hak Cipta yang telah berlaku selama 11 tahun dan dinilai perlu direvisi.

Baca juga: Prediksi Tren Musik 2026, Pengamat Soroti Berlanjutnya Fenomena Fluid Genre hingga Kembali ke Analog

"Bolak-balik ke pemerintahan, DPR, diminta untuk menyempurnakan UU Hak Cipta yang sudah 11 tahun berjalan memang sudah harus diperbaiki. 

Armand mengakui, keterlibatannya dalam proses legislasi merupakan pengalaman baru baginya. 

Sebelumnya, ia tidak pernah bersinggungan langsung dengan lembaga legislatif maupun pemerintahan. 

Namun sepanjang 2025, ia kerap bolak-balik menghadiri pertemuan dengan para pemangku kebijakan demi memperjuangkan kepentingan para pelaku industri musik.

Resolusi Armand Maulana di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Armand menaruh harapan besar agar revisi Undang-Undang Hak Cipta dapat segera disahkan. 

Ia optimistis pengesahan tersebut akan membawa perbaikan signifikan bagi ekosistem musik Indonesia, khususnya dalam hal distribusi royalti yang lebih adil dan tepat sasaran bagi para pencipta.

Baca juga: Lirik dan Makna Lagu Idgitaf "Rutinitas", Ungkap Pedihnya Kehilangan dan Awal Kehidupan Baru

"Resolusi di tahun 2026 InsyaAllah penginnya sih UU Hak Cipta diketok palu setelah UU nya di revisi, jadi supaya ekosistem musik Indonesia semakin baik," jelas Armand.

Selain itu, Armand berharap regulasi yang diperbarui mampu menekan praktik-praktik pelanggaran, termasuk pihak-pihak yang selama ini lalai atau enggan membayar royalti, seperti di sektor perhotelan dan restoran. 

Dengan regulasi yang lebih kuat dan jelas, ia meyakini kesejahteraan para pencipta lagu serta seluruh ekosistem musik Tanah Air dapat semakin terjamin.

"Jadi semuanya sejahtera untuk para pencipta dan ekosistem musik Indonesia," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU