INDOZONE.ID - Kalau dengar suara gemerincing yang bikin musik terasa lebih hidup, besar kemungkinan itu suara tamborin. Alat musik perkusi satu ini memang terlihat sederhana, tapi perannya nggak bisa dianggap remeh.
Dari upacara tradisional, musik klasik, sampai lagu pop modern, tamborin selalu punya tempat sendiri untuk menghidupkan ritme.
Di balik bentuk bundarnya, alat musik ini punya sejarah panjang lintas budaya. Lewat artikel ini, kita bakal mengulas lengkap alat musik tamborin dari sejarah sampai sampai cara memainkannya!
Alat Musik Tamborin
Pengertian
Tamborin adalah alat musik idiophone, artinya menghasilkan suara utama dari bahan yang bergetar sendiri saat dipukul atau digoyang.
Benda ini biasanya berbentuk bingkai bundar, terbuat dari kayu atau plastik, dengan pasang-pasangan keping logam kecil yang disebut jingles atau zills. Ketika digoyang atau ditabuh, jingles tersebut berbunyi gemerincing yang ritmis dan tajam.
Jika ada membran kulit atau plastik yang terpasang di salah satu sisi, suara tabuhan pada membran itu berpadu dengan bunyi jingles untuk menciptakan ritme yang unik.
Baca juga: 10 Genre Musik dan Karakteristiknya yang Paling Sering Didengar, Wajib Tahu!
Asal Usul dan Sejarah
Tamborin tergolong alat musik tua dan meluas di berbagai budaya. Instrumen semacam ini telah digunakan sejak sekitar 1700 SM di kawasan Timur Tengah, Mesir kuno, Yunani, dan kawasan lain di Mediterania.
Sebelum tiba di Eropa, tamborin dikenal di banyak peradaban kuno, misalnya versi Mesir yang dipakai dalam acara keagamaan dan versi Yunani kuno.
Istilah tambourine sendiri dipengaruhi oleh bahasa Perancis tambourin (drum kecil) serta akar Arab tunbur dan Persia tambur, yang berarti drum.
Di Eropa, tamborin dikenal sejak Abad Pertengahan dan mulai dimasukkan ke dalam musik klasik pada abad ke-18 dan ke-19 oleh komponis seperti Mozart dan Tchaikovsky.
Baca juga: Ketika Alat Musik Angklung Indonesia Dipelajari Siswa Sekolah Tunanetra di Rumania
Klasifikasi: Idiophone dan Perkusi
Dalam klasifikasi musikhornbostel-sachs, tamborin termasuk idiophone, yaitu instrumen yang menghasilkan suara dari getaran tubuh alat sendiri tanpa membutuhkan membran atau senar.
Namun, karena beberapa tamborin memiliki membran, instrumen ini juga dapat berperan sebagai membranophone (jika membrannya dipukul). Versi modern yang dipasang di set drum juga sering diperlakukan sebagai bagian dari instrumen perkusi.
Bahan Pembuat Tamborin
Bahan utama tamborin meliputi:
1. Bingkai: Kayu atau plastik yang kuat untuk menopang struktur alat.
2. Membran: Kulit hewan (sapi, kambing) atau plastik sintetis yang diregangkan di atas bingkai (ada pada model tertentu).
3. Jingles/Zills: Kepingan logam kecil di sekeliling bingkai yang menghasilkan suara gemerincing saat bergerak atau dipukul.
Variasi bahan ini memengaruhi karakter suara. Bahan logam tebal menghasilkan bunyi yang lebih tajam, sementara jingles yang tipis memberi suara lebih ringan.
Fungsi dalam Musik Tradisional dan Modern
Tamborin punya peran yang beragam dalam dunia musik:
1. Musik Tradisional
Dalam banyak budaya, tamborin dipakai untuk mengiringi tarian rakyat, upacara keagamaan, dan nyanyian tradisional.
Misalnya di musik Iberia, alat serupa tamborin (pandeireta) berperan penting dalam musik rakyat lokal. Sementara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, instrumen tamborin seperti rebana juga dipakai dalam musik kasidahan dan tradisi ritual.
2. Musik Klasik
Komposer klasik seperti Mozart memasukkan tamborin ke dalam karya orkestra untuk menambah warna ritme dan tekstur suara.
3. Musik Modern
Tamborin juga sering dipakai dalam musik pop, rock, gospel, samba, dan banyak genre lain sebagai alat pengiring yang memberi energi dan groove tambahan.
Cara Memainkan Tamborin
Tamborin adalah instrumen yang relatif mudah dipelajari, tapi juga memiliki teknik-teknik lanjutan yang membutuhkan latihan.
Dasar cara main:
1. Pegang dengan tangan, umumnya tamborin dipegang dengan satu tangan.
2. Goyangkan, gerakkan kiri-kanan atau naik-turun untuk membuat jingles berbunyi.
3. Tabuh, pukul bagian membran atau bingkai dengan jari telapak tangan, atau gunakan stik drum bila terpasang di set.
Teknik Dasar yang Umum
Beberapa teknik umum yang sering dipakai pemain tamborin:
1. Goyang Sederhana
Menggoyangkan tamborin secara ritmis untuk menghasilkan suara jingles sebagai pengiring beat.
2 .Tabuhan Lembut
Mengetuk bagian frame atau membran dengan jari untuk menambah variasi ritme.
3. Roll Jingles
Menggeser ibu jari di tepi tamborin secara melingkar untuk membuat suara jingles yang kontinu dan memerlukan latihan.
Itulah sejarah, fungsi, dan cara memainkan tamborin. Alat musik ini ternyata punya asal usul panjang di abad modern seperti saat ini. Jadi, apakah kamu pernah memainkannya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Encyclopedia Britannica