INDOZONE.ID - Unit musik 510 kembali membuktikan ambisi kreatif mereka dalam industri musik domestik melalui terobosan terbaru.
Setelah konsisten memukau publik dengan aksi panggung yang energetik dan eksperimental, kini 510 menghadirkan kolaborasi prestisius bersama ikon pop-rock tanah air, Vierratale.
Berawal dari sebuah momen panggung yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial, mereka resmi meluncurkan single bertajuk "Esa x Perih".
Baca juga: Ade Govinda Buktikan Lagu Galau Tak Selalu Lahir dari Kesedihan Lewat Karya Barunya
Proyek ini bukan sekadar kolaborasi biasa, melainkan sebuah bentuk aktualisasi karya yang menyatukan dua generasi musik berbeda dalam satu harmoni.
Kisah di balik lahirnya karya ini bermula dari sebuah gimmick panggung yang sering dibawakan 510, yakni melakukan mash-up lagu "Esa" milik mereka dengan lagu legendaris "Perih" milik Vierratale.
Tak disangka, ramuan akustik tersebut mendapatkan respon luar biasa dari penonton karena kedua lagu yang dirilis dalam era berbeda itu justru terdengar sangat harmonis.
Momen krusial terjadi saat 510 dan Vierratale akhirnya dipertemukan dalam satu panggung festival musik yang sama, yang memungkinkan Ical dan Widi berduet secara langsung.
"Secara mengejutkan, respon dari penonton semakin antusias dengan kehadiran Widi yang secara langsung mengisi bagian nya di lagu tersebut. Setelah turun panggung, muncul lah obrolan-obrolan ringan untuk menggarap lagu mash-up tersebut secara lebih serius," ujar Faizal Permana, vokalis 510.
Diskusi spontan di balik layar menjadi titik awal bagi kedua band untuk mengabadikan kolaborasi mereka dalam format rekaman.
Proses aransemen dilakukan dengan sangat cermat agar perpaduan dua identitas musik ini menghasilkan harmoni yang tetap menghormati karya aslinya.
Penamaan proyek "Esa x Perih" bertujuan untuk menjaga keterikatan emosional dengan basis massa masing-masing.
Meski sempat terkendala jarak, seluruh pengerjaan teknis dari pembagian instrumen hingga finishing berhasil tuntas hanya dalam tiga bulan.
Produk kreativitas lintas generasi ini resmi dirilis secara digital pada 23 April 2026 dan kini sudah bisa diakses oleh penikmat musik di seluruh Indonesia.
Antusiasme publik terhadap karya ini terbukti sangat masif dan instan. Tercatat, belum genap 24 jam sejak dirilis, lagu "Esa x Perih" telah diakses sebanyak 114.000 kali pemutaran pada platform YouTube Music.
Pencapaian ini menjadi bukti kuat bahwa kombinasi antara nama besar kedua band serta kualitas musikalitas yang mereka miliki sangat dinantikan oleh para penikmat musik di Indonesia yang merindukan warna baru.
Dalam durasi 4 menit 12 detik, pendengar akan dimanjakan dengan dinamika aransemen yang sangat apik dan mendalam.
"Esa x Perih" bukan sekadar menggabungkan dua lagu secara paksa, melainkan sebuah pembuktian tentang kematangan dalam menguasai materi lagu.
Setiap detail instrumen disusun sedemikian rupa sehingga kedua lagu tersebut saling mengisi tanpa harus saling menimpa satu sama lain, menciptakan sebuah keselarasan yang utuh.
"Tujuan dari kolaborasi ini sederhana, yaitu membangkitkan inner-child para pendengar yang lebih dulu mengenal lagu Perih dari Vierratale yang di rilis tahun 2009. Dan tentu memperkenalkan nya ke pendengar 510 yang mungkin kurang familiar dengan playlist para Gen-Z," kata Faizal.
Baca juga: Ariana Grande Buka Akun Instagram Baru, Picu Berbagai Teori dari Penggemar Mengenai Album Ke-8
Kesuksesan akulturasi musikal ini tercermin pada pergeseran atmosfer yang sangat kontras namun memikat.
"Perih", yang identik dengan aransemen melankolis dan mendayu, kini berevolusi menjadi gubahan yang lebih agresif serta bertenaga di bawah sentuhan energi khas 510.
Sebaliknya, "Esa" yang semula memancarkan aura maskulinitas yang kuat, kini mendapatkan dimensi baru yang lebih hangat melalui vokal perempuan tanpa sedikit pun mengikis wibawa aslinya.
Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa estetika musik tidak pernah tersekat oleh ruang, waktu, maupun segmentasi pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers