Selasa, 09 JUNI 2026 • 11:00 WIB

Elizabeth Tunggadewi Rilis Mini Album Bertema Lingkungan dan Dunia Pendidikan Anak Bantaran Sungai

Author

Launching mini album Elizabeth Tunggadewi (Handout)

INDOZONE.ID - ​Pemenang Winner Indonesia’s Girls 2024, Elizabeth Tunggadewi, resmi mengambil langkah baru di industri musik tanah air. Gadis yang akrab disapa Dewi ini meluncurkan sebuah mini album perdana yang tidak biasa. Alih-alih hanya fokus pada romansa remaja, ia memilih untuk mengangkat isu-isu krusial seperti kelestarian alam, dunia pendidikan, dan kepedulian sosial.

​Langkah berani ini diambil Dewi bertepatan dengan momentum penting global. Peluncuran mini album yang sarat akan pesan edukatif ini sengaja dipersembahkan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di bulan Juni ini. Melalui media seni suara, sang musisi muda ingin menyuarakan pentingnya menjaga ekosistem bumi yang kian terancam.

​Dalam proyek musikal terbarunya ini, Dewi menyuguhkan variasi karya yang menarik perhatian penikmat musik. Beberapa trek yang diperkenalkan ke publik di antaranya adalah “Rumah Belajar Ciliwung Ceria”, “Langkah Kakiku”, “Cerita Bumi Pertiwi”, serta sebuah jingle edukatif berjudul “Yuk Pilah Sampah”. Menariknya, ia juga menyiapkan kejutan lain berupa lagu bertajuk “Teman Tapi Baper” yang siap dirilis dalam waktu dekat.

​Fokus utama dari mini album ini tertuju pada sebuah lagu andalan yang diberi judul "Langkah Kakiku". Tembang ini lahir dari pengamatan mendalam dan interaksi langsung sang penyanyi dengan alam terbuka di sekitarnya. Komposisi ini membawa pendengar untuk ikut merasakan kedamaian di tengah lanskap hijau dan aliran air yang jernih.

Baca juga: Coldiac Berencana Rilis Mini Album Remake Lagu tentang Cinta dalam Bahasa Indonesia

​“Lagu ‘Langkah Kakiku’ bercerita tentang perjalanan aku menjelajahi alam dan sungai sambil menikmati indahnya alam,” ujar Dewi.

​Inspirasi yang tertuang dalam karya tersebut diakui bukan sekadar imajinasi belaka. Dewi mengungkapkan bahwa lirik serta atmosfer yang dibangun dalam lagu sangat selaras dengan rutinitas sosial yang tengah ia tekuni belakangan ini. Sang pemenang kontes kecantikan ini memang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan perairan.

​Selain disibukkan dengan agenda dunia hiburan, Dewi konsisten turun ke lapangan demi aksi penyelamatan lingkungan. Ia kerap menghabiskan waktu menyusuri area bantaran sungai dan menjalin komunikasi intensif dengan berbagai kelompok masyarakat. Salah satu titik fokus gerakannya berada di kawasan padat sekitar Sungai Ciliwung.

​Dedikasi Pendidikan untuk Anak-Anak Bantaran Sungai

​Kecintaan Dewi terhadap aksi sosial juga melahirkan sebuah gerakan nyata di bidang literasi. Ia merupakan sosok penting di balik berdirinya Rumah Belajar Ciliwung Ceria, sebuah wadah pendidikan alternatif bagi anak-anak. Pengalaman emosional mengajar di tempat itulah yang kemudian memicu lahirnya lagu dengan judul serupa.

​Karya musikal ini merekam dengan apik memori kolektif tentang keceriaan anak-anak saat menimba ilmu di bantaran sungai. Dewi ingin memberikan ruang bagi anak-anak tersebut agar suara dan semangat mereka dapat didengar lebih luas melalui medium lagu yang ceria.

Baca juga: The Panturas Rilis Single Terbaru 'Lasut Nyanggut', Siap Menuju Mini Album

​“Lagu itu menceritakan betapa serunya belajar di Rumah Belajar Ciliwung Ceria. Saya berharap lagu ini bisa menjadi kenangan bagi anak-anak dan mengingatkan mereka pada pengalaman belajar yang menyenangkan,” katanya.

​Melalui peluncuran karya seni yang visioner ini, Dewi membuktikan kapasitasnya sebagai figur publik yang membawa dampak positif. Album pendek ini menjadi bukti autentik bahwa industri musik pop dapat bertransformasi menjadi sarana edukasi yang efektif dan bernilai guna bagi masyarakat luas.

​Sebagai representasi generasi masa kini, ia menaruh harapan besar agar lagu-lagunya tidak hanya menjadi pelipur lara semata. Ada misi besar untuk menggerakkan hati para pendengar muda agar mau mengambil peran aktif dalam menjaga kestabilan lingkungan hidup di sekitar mereka.

​“Saya berharap lagu-lagu bertema lingkungan ini bisa mengajak generasi muda dan masyarakat untuk membangun kesadaran dalam menjaga alam. Tidak hanya menikmati musik pop, tetapi juga lagu-lagu yang membawa pesan positif tentang lingkungan,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU