Selasa, 14 MARET 2023 • 09:44 WIB

Kronologi Lengkap Band Radja Dapat Ancaman Pembunuhan di Malaysia, Sempat Disekap

Author

Cerita band Radja tentang ancaman pembunuhan di Malaysia. (Screenshoot/YouTube/Ian Kasela Official)

Sebuah pengalaman buruk dialami band lawas Indonesia, Radja ketika menggelar konser di Malaysia. Ian Kasela cs mengaku dapat ancaman pembunuhan setelah konser.

Untuk diketahui, Radja menghibur para penggemarnya pada Sabtu (11/3/2023) di Larkin Arena Indoor Stadium, Johor Bahru Malaysia. Namun rupanya Radja mengalami perlakuan tak menyenangkan usai konser.

Menurut vokalis Radja, Ian Kasela, mereka dimaki-maki, diintimidasi dan bahkan diancam dibunuh oleh dua orang pria.

Baca Juga: Ian Kasela Bongkar Kronologi dan Jeritan Ancaman Pembunuhan kepada Band Radja di Malaysia

Kronologi awal band Radja diperlakukan tidak baik

Ian Kasela mengatakan, tampil di Johor merupakan pengalaman pertama band Radja. Karena pengalaman pertama, Radja ingin memberikan yang terbaik. Bahkan Radja bersedia menunggu menteri dan perwakilan dubes yang ingin berfoto bersama mereka.

"Ini kali pertama kami datang ke Johor dan kami sangat menghargainya. Usai konser, kami disuruh menunggu karena ada perwakilan dari kedutaan yang ingin berfoto dengan Radja. Kami juga diberitahu bahwa seorang menteri juga ingin mengambil foto dan kami sangat senang karena kami memahami bahwa ini adalah kerja sama dengan pemerintah. Begitu pula di Indonesia, kami menghargai hal ini," kata Ian Kasela, dikutip Indozone dari Harian Metro Malaysia.

Namun, perwakilan dari kedutaan itu tak kunjung datang hingga sesi foto dengan penggemar selesai.

"Para penggemar yang berfoto bersama kami pun sudah selesai dan secara bertahap mereka mulai meninggalkan lokasi untuk pulang," kata Ian Kasela melalui sambungan telepon kepada Harian Metro.

Radja didatangi 15 bodyguard dan 2 pria yang ancam pembunuhan

Tak lama setelah itu, mereka didatangi 15 orang pengawal dengan dua orang laki-laki mewakili panitia konser. Ruangan itu kemudian dikunci agar Radja tak bisa kemana-mana.

Lalu muncul dua orang pria marah-marah dan memaki mereka, bahkan sampai menendang meja.

"Kami telah dimaki dengan kata-kata kasar, orang itu mengancam untuk membunuh kami jika masih berada di sekitar Malaysia," ungkap Ian Kasela, dikutip dari Astro Awani, Selasa (14/3/2023).

"Kami agak kecewa karena telah lakukan yang terbaik untuk konser ini dan kami tidak berencana untuk berfoto bersama penggemar selama konser berlangsung," lanjutnya.

Ian Kasela ceritakan kronologi ancaman pembunuhan di Malaysia. (Screenshoot/YouTube/Ian Kasela Official)

Situasi berubah menjadi panik dan tak terkendali. Apalagi para personel Radja membawa anggota keluarga mereka, yang juga ikut mendengar makian dari dua pria tersebut.

Keadaan jadi panik karena kami datang ke Malaysia ada yang bawa anak-anak, tetapi pihak yang terlibat seperti tidak peduli dengan situasi yang terjadi," ujar Ian Kasela.

Identitas 2 pria yang ancam pembunuhan terkuak

Identitas dua pria yang mengancam pembunuhan terhadap Radja akhirnya terungkap. Hal itu disampaikan Ian Kasela dalam akun Instagram-nya.

Dilihat Indozone, Selasa (14/3/2023), kedua pria itu bernama Muremthiran a/l chandra sekaran seorang warga Malaysia dan Mohamed Reezan bin Mohd Fadzil yang merupakan warga Singapura.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ian Kasela (@iankaselaradja)

 

Dibebaskan polisi

Ian Kasela mengatakan, kedua pria itu sempat ditahan dan dimintai keterangan. Namun perbedaan hukum membuat keduanya dibebaskan usai membayar jaminan.

Baca Juga: Bikin Santuy, Grup Band Radja Hibur Relawan Jokowi Jelang Pelantikan

"Setelah ditahan dan dimintai keterangan informasinya dilepaskan lagi karena mampu bayar jaminan," tulis Ian Kasela.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ian Kasela (@iankaselaradja)

Penjelasan promotor konser Radja yang disebut berbohong oleh Ian Kasela

Promotor konser buka suara soal perseteruan dengan band Radja. Menurut mereka, insiden ini terjadi karena Radja tak hormat terhadap penyelenggara konser. Radja dianggap membuat malu karena tak mau tampil.

Ian Kasela yang mendengar itu tak terima. Sebab Radja benar-benar tampil dengan maksimal untuk menghibur penonton yang hadir.

"Sementara gue bilang 'tenang dulu dong bro, apa yang lu bilang? Kalau lu bilang begitu, terus yang tadi konser siapa? Setan? Hantu?' Tapi kan kita nggak bisa ngomong kan, kita mau ngomong (malah) dibentak. Kita dibilang nggak mau konser, terus tadi siapa yang konser?" ucap Ian Kasela.

Menteri Malaysia buka suara

Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia, Fahmi Fadzi buka suara terhadap kasus ini. Ia mengmbau agar masyarakat berhati-hati dalam bertutur kata di internet karena bisa menyebabkan salah paham.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital Malaysia masih akan menunggu penyelidikan polisi terlebih dahulu.

"Kami akan menghormati kepolisian melanjutkan investigasi. Saya mendapat informasi bahwa sejumlah orang sudah ditahan terkait kasus ini. Kami masih menunggu informasi terbaru dari petugas berwenang," tutur Fahmi seperti dikutip dari The Star.

"Kita sudah seharusnya berhati-hati dengan yang kita sampaikan secara online. Maka dari itu literasi internet dan digital amat penting. Kadang, kita berpikir hanya bercanda tapi bisa jadi berbeda bagi orang lain," ujar Fahmi.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU