INDOZONE.ID - Berbekal kemampuan bermusik dan mengasah rasa kepercayaan diri. Sebanyak 18 anak berkebutuhan khusus (ABK) tampil di Konser Musik Inklusi bertajuk Lihat Lebih Dekat.
Konser musik yang digelar di Cafe Chord, Kecamatan Sumbersari, Jember itu. Juga didukung oleh Indozone.id ini. Perdana digelar di Jember, Sabtu malam (27/1/2024).
Menurut Ketua Panitia Acara Saifuddin Adi Nugroho, lewat even konser musik ini. Diharapkan para ABK yang memiliki bakat di bidang musik.
Bisa terasah bakatnya, dan juga memiliki rasa kepercayaan diri. Untuk berani tampil di khalayak umum.
Baca Juga: Konser Louis Tomlinson di Jakarta Pindah Lokasi, Dari Ancol ke SCBD
"Lewat even ini, juga sebagai follow up atas dibukanya kelas dasar bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) angkatan pertama. Kemudian lewat even ini, sebagai bentuk sosialisasi dan contoh kepada masyarakat untuk bisa lebih menghargai perbedaan dan menormalisasikan pembauran," kata pria yang juga akrab disapa Adi ini saat dikonfirmasi Z Creator Arka Hatta.
Dalam menampilkan bakat-bakat bermusik para ABK itu, lanjutnya, tidak sulit untuk dipersiapkan.
Mereka dengan kekurangannya, memiliki bakat yang mudah dikembangkan. Dengan memaksimalkan panca indera lainnya, menjadi sebuah gambaran positif. Bahwa di balik kekurangan fisik yang dimiliki ada sisi yang lebih.
"Bahwa teman-teman dan anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas itu juga bisa. Kita semua setara, sama. Mereka yang tampil, dari teman-teman tunanetra. Bermain berbagai alat musik gitar, drum, bass, ada juga yang autis bermain piano. Mereka mampu loh berkolabirasi dengan anak berbakat normal lewat musik," ujarnya.
Baca Juga: Pesta Rakyat, Konser 30 Tahun Berkarya Ahmad Dhani dan Dewa 19 Siap Menghipnotis Jember
"Selama ini ABK dianggap remeh, tapi lewat konser ini. Dibuktikan bakat mereka terasah," sambungnya.
Konser yang digelar oleh kelompok Juru Bahasa Isyarat di Jember itu, pertama kalinya di Jember.
"Tapi kami berharap, even berikutnya terus ada. Karena ini bukti, teman-teman non difabel dan difabel bisa berkolaborasi bersama. Bisa menjalin sebuah ikatan agar tidak ada lagi pembeda antara ini dan itu. Untuk pemain biola, mereka berasal dari murid-murid (sekolah musik) Heart Voice, berkolaborasi pemain gitar dan drum, pianis mereka teman-teman difabel," sambungnya.
Sementara itu menurut salah satu penonton Erdi Istiaji, lewat konser musik yang berlangsung selama 3 jam itu.
Dinilai sebagai kegiatan positif, karena bisa mengasah dan menimbulkan rasa kepercayaan diri yang kuat
"Ini kegiatan yang positif yang menurut saya, satu hal kadang-kadang kita sebagai orang umum atau orang awan, ketika melihat saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus. Itu cenderung tanpa kita sadari, melakukan tindakan-tindakan yang tidak menyenangkan," kata Erdi saat dikonfirmasi terpisah.
Lewat konser musik ini. Katanya, melatih para ABK untuk berani tampil percaya diri.
"Perform, secara emosional itu membantu membentuk dirinya agar lebih siap bisa berhadapan dengan masyarakat umum. Sehingga kegiatan ini positif dan saya apresiasi pada acara ini dan juga sponsor yang sudah mensupport acara ini. Karena inilah dinamika dilingkungan kita, bahwa kita berbeda-beda," ujarnya.
Baca Juga: Tanggap Corona, Konser Rock 80 di Hard Rock Cafe Jakarta Ditunda
Lebih lanjut kata pria yang juga Dosen dan Profesional Psikolog ini, penampilan para ABK ini. Tak ubahnya seperti penampilan artis jadul tunanetra Stevy Wonder dan penyanyi dangdut asal Indonesia Asep Irama.
"Dengan konser musik yang dilakukan ABK ini, berkontribusi positif dan ini bisa dilanjutkan. Semoga tidak sampai berhenti di sini, dikemudian hari ada lagi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung