INDOZONE.ID - NewJeans menanggapi putusan terbaru pengadilan Korea Selatan yang melarang mereka untuk menjalani aktivitas solo atau independen tanpa izin agensi.
Dalam pernyataan resmi, grup K-pop ini mengungkapkan reaksi mereka terhadap larangan tersebut dan memberikan update terbaru mengenai kasus hukum mereka dengan Ador pada Mei 2025.
Pada 28 November 2024 lalu, kelima anggota NewJeans mengumumkan pemutusan kontrak mereka dengan Ador, menyebut berbagai alasan, mulai dari dugaan perlakuan tidak adil hingga pelecehan di tempat kerja.
Baca Juga: NewJeans Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Seoul, Konflik dengan Ador Belum Selesai
Setelah kontrak berakhir, NewJeans terus melakukan aktivitas solo/independen seperti membuka akun Instagram sendiri, memberi makanan gratis kepada para demonstran, hingga tampil di ComplexCon Hong Kong pada Maret 2025.
Sebagai respon, Ador menggugat larangan aktivitas mandiri NewJeans, yang akhirnya dikabulkan oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 21 Maret 2025.
Sejak itu, NewJeans tidak diperbolehkan berpromosi mandiri tanpa persetujuan agensi.
Baca Juga: NewJeans Sampaikan Pesan untuk Fans di Tengah Konflik dengan ADOR
Namun, mereka tetap melakukan berbagai aktivitas, termasuk menampilkan karya baru di festival budaya pop.
Pada 30 Mei 2025, pengadilan mengumumkan putusan terbaru: setiap anggota NewJeans harus membayar 1 miliar won (sekitar Rp 11,8 miliar) untuk setiap aktivitas solo/independen yang dilakukan tanpa izin agensi.
Ini menjadi update kasus hukum NewJeans vs Ador pada Mei 2025 yang cukup mengejutkan publik.
Dalam tanggapan resminya, tim hukum NewJeans menjelaskan bahwa putusan penegakan tidak langsung ini hanya sementara dan akan dibatalkan jika banding mereka dikabulkan.
“Jika banding kami menang, maka semua larangan aktivitas solo dan putusan denda ini akan dibatalkan,” tegas tim hukum NewJeans.
Persidangan berikutnya dijadwalkan pada 5 Juni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naver