Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 17:51 WIB

Solo Leveling Bagus, Tapi Mengapa Sulit Menyaingi Popularitas Demon Slayer?

Solo Leveling Bagus, Tapi Mengapa Sulit Menyaingi Popularitas Demon Slayer?Solo Leveling Ragnarok (sumber foto myanimelist.net)

INDOZONE.IDSolo Leveling, adaptasi anime dari manhwa populer asal Korea Selatan, berhasil menarik perhatian dunia sejak debut perdananya. Dengan kualitas animasi tinggi dan alur cerita yang mendebarkan, banyak yang menyebut seri ini sebagai pesaing serius bagi anime-anime besar Jepang.

Namun, meskipun potensinya sangat besar, Solo Leveling diprediksi tidak akan mampu melampaui popularitas global dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Apa alasannya?

Pertama, perlu diakui bahwa Demon Slayer memiliki momentum historis yang luar biasa. Sejak awal penayangannya pada 2019, anime ini langsung meledak di pasar Jepang dan internasional.

Baca juga: Senjata Terkuat di Dunia One Piece Akhirnya Terungkap, Lebih Berbahaya dari Senjata Kuno?

Kunci keberhasilannya terletak pada kombinasi narasi emosional, koreografi pertarungan yang indah, serta animasi luar biasa dari studio Ufotable. Selain itu, film Mugen Train yang dirilis pada 2020 mencetak rekor sebagai film anime terlaris sepanjang masa di Jepang, sebuah prestasi yang sangat sulit ditandingi.

Sementara itu, Solo Leveling hadir sebagai pendatang baru di tengah pasar anime yang sudah dipenuhi oleh franchise besar. Meskipun adaptasi animasinya digarap serius dan setia pada sumber manhwa-nya, Solo Leveling memiliki tantangan besar, terutama dari sisi kedalaman naratif dan pengembangan karakter.

Karakter utama Sung Jin-Woo memang memiliki perjalanan kekuatan yang menawan, namun sebagian pengamat menilai perkembangan emosionalnya masih belum sekompleks karakter seperti Tanjiro Kamado.

Faktor budaya juga turut memengaruhi. Demon Slayer dibangun dengan latar belakang Jepang yang kental, lengkap dengan unsur tradisional, musik lokal, dan nilai-nilai kekeluargaan yang menyentuh. Hal ini membuatnya lebih mudah diterima oleh penonton global yang sudah terbiasa dengan gaya naratif Jepang.

Di sisi lain, Solo Leveling membawa nuansa modern yang lebih urban, yang walau segar, membutuhkan waktu untuk menyentuh sisi emosional audiens secara lebih dalam.

Dari segi produksi dan promosi, Demon Slayer juga mendapat dukungan besar dari industri anime Jepang yang sudah matang secara struktur. Sedangkan Solo Leveling masih dalam tahap membangun fondasi global yang kuat.

Meskipun demikian, Solo Leveling tetap merupakan anime hebat yang membawa warna baru dalam dunia animasi Asia, dan bisa membuka pintu bagi karya-karya Korea lainnya. Namun untuk melampaui fenomena budaya seperti Demon Slayer, dibutuhkan lebih dari sekadar aksi dan animasi perlu juga emosi, kedalaman, dan momentum sejarah yang tepat.

Baca juga: One Piece Siap Ungkap Karakter Kunci Abad Kekosongan, Oda Siapkan Kejutan Besar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MyAnimeList

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Solo Leveling Bagus, Tapi Mengapa Sulit Menyaingi Popularitas Demon Slayer?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!