Para cast Film 'AUTOPSY'. (Gunawan)
INDOZONE.ID - Aktris ternama Masayu Anastasia resmi diperkenalkan sebagai pemeran utama dalam film Forensic Psychological Thriller terbaru bertajuk 'AUTOPSY: Dead Body Can Talk'.
Pengumuman sekaligus peluncuran trailer yang digelar secara meriah oleh rumah produksi Karya Kreatif Utama di Metropole XXI Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026.
Dalam proyek sinematik yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026 mendatang ini, Masayu mendapatkan tanggung jawab besar untuk menghidupkan karakter yang terinspirasi langsung dari ahli forensik legendaris tanah air, dr. Sumy Hastry Purwanti.
Memerankan sosok ahli kedokteran kehakiman (forensik) yang kerap berhadapan dengan jasad dan ruang bedah mayat yang dingin diakui Masayu memberikan pengalaman spiritual dan fisik yang sangat berbeda.
Baca juga: Film Perumahan Laddaland Bukan Horor Biasa, Ini Keunikan dan Sinopsisnya
Karakter dr. Hastry menuntutnya untuk tidak sekadar berakting, melainkan harus mampu menyelami aspek psikologis dan kepekaan emosional tingkat tinggi ketika mencari petunjuk medis dari tubuh korban kejahatan.
“Semuanya pasti berat, berat banget, gitu. Cuma aku sendiri juga enggak tahu kenapa, kenapa aku sangat enjoy banget syutingnya. Biasanya mungkin kalau misalkan aku syuting, aku pasti ada sakit. Alhamdulillah ini tuh enggak sama sekali,” tutur Masayu Anastasia saat membagikan pengalamannya saat peluncuran trailer
Beban moral yang dipikul Masayu terbilang cukup besar mengingat nama dr. Sumy Hastry merupakan representasi nyata dari dedikasi tinggi di dunia forensik Indonesia.
Demi menjaga autentisitas dan akurasi visual di depan kamera, ia memilih untuk tidak berspekulasi dalam memperagakan tindakan medis dan secara intensif melakukan observasi langsung.
“Dan aku malah menanti kapan nih adegan ruang otopsi, kapan nih adegan ruang otopsi, gitu. Dan saya belajarnya juga aku juga karena membawa nama ibu (dr. Sumy Hastry) nama beliau. Aku juga enggak mau sembarangan. Dari cara memegang pisau, terus alat-alat yang digunakan, itu aku benar-benar tanya sama ibu,” lanjutnya.
Langkah Masayu dalam memperdalam detail teknis kedokteran forensik ini sejalan dengan komitmen Sutradara Ozan Ruz dan tim produksi sejak awal proses syuting berjalan.
Sang sutradara menegaskan bahwa fokus utama dari film thriller psikologis ini adalah kekuatan realitas medis dan empati kemanusiaan yang mendalam, bukan elemen supranatural atau mistis.
"Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional dr. Hastry. Empati menjadi kekuatan utamanya, bukan sesuatu yang supranatural, melainkan kepekaan yang membimbingnya menemukan petunjuk, yang kemudian selalu dibuktikan melalui ilmu forensik," jelas Ozan Ruz.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan