Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 11:20 WIB

Serial 'Mama-Mama Pengejar Cinta' Jadi Refleksi Diri Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia

Serial Mama-Mama Pengejar Cinta Jadi Refleksi Diri Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu AnastasiaPara pemeran “Mama-Mama Pengejar Cinta”, Wulan Guritno (tengah), Asri Welas (kanan), dan Masayu Anastasia (kiri). (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Bagi tiga tokoh publik terkemuka Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia, serial televisi Mama-Mama Pengejar Cinta bukan hanya sekadar proyek akting biasa, melainkan sebuah wadah untuk merefleksikan kehidupan, mimpi, dan keberanian perempuan yang telah memasuki usia 40-an.

Serial yang tayang di platform Vidio itu tidak hanya menyampaikan pesan dari cerita fiksi, melainkan juga merefleksikan pandangan personal mereka tentang fase hidup yang seringkali dianggap telah "selesai".

"Karakter Adia itu mengalami kehilangan yang tiba-tiba. Aku merasa relate banget, karena di usia kita sekarang, kita pikir di usia 40 itu semua berakhir, ternyata hidup itu bisa berubah kapan saja,” kata Wulan Guritno, yang memerankan tokoh Adia, di Jakarta, Selasa (30/9/2025)

Baca juga: Gara-gara Gak Bayar Utang, Wulan Guritno Gugat Mantan Pacar ke PN Jaksel

"Tapi yang aku pelajari dari sini, selalu ada harapan, enggak ada kata terlambat kalau kita mau,” tambahnya.

Sementara itu, Asri Welas, yang berperan sebagai Tara, juga merasa karakter yang ia mainkan membuatnya merenungkan ulang soal zona nyaman.

“Di umur 40, perempuan itu sering kali masuk zona nyaman. Sudah sibuk sama keluarga, suami, anak, sampai lupa sama mimpi sendiri,” kata Asri.

“Aku pribadi jadi mikir, apa iya kita harus berhenti mimpi? Ternyata enggak. Kita masih bisa mulai lagi. Tapi ya itu, harus berani mengambil langkah keluar zona nyaman,” sambungnya.

Serial Mama-Mama Pengejar Cinta Jadi Refleksi Diri Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu AnastasiaPara pemeran “Mama-Mama Pengejar Cinta”, Wulan Guritno (tengah), Asri Welas (kanan), dan Masayu Anastasia (kiri). (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Masayu Anastasia juga memiliki pandangan yang sama. Karakter Ibel yang ia perankan, yang hidup dalam pernikahan tanpa cinta, membuatnya merefleksikan tentang penerimaan dan jalan hidup.

"Kadang yang kita kira baik, belum tentu baik buat hidup kita. Tapi mungkin itu memang jalan yang harus dilalui. Di umur segini, kita belajar untuk terima, tapi juga tetap cari cara untuk bahagia.” jelasnya.

Tak hanya itu, ternyata chemistry yang terbentuk di layar juga berlanjut di luar set. Wulan mengatakan bahwa persahabatan mereka kini tidak hanya bersifat profesional, tetapi telah berkembang menjadi hubungan emosional yang mendalam.

"Aku bersyukur banget ketemu dua sahabat baru. Kita banyak curhat, banyak ngobrol tentang hidup, tentang jadi perempuan. Dan ternyata apa yang dialami karakter kita tuh nggak jauh dari realitas kita,” imbuh Wulan.

Ketiganya sepakat bahwa usia 40 bukan akhir, justru bisa jadi awal yang baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Serial 'Mama-Mama Pengejar Cinta' Jadi Refleksi Diri Wulan Guritno, Asri Welas, dan Masayu Anastasia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!