Serial live action One Piece Season 3 : The Battle of Alabasta (Netflix)
INDOZONE.ID - Kabar seru buat penggemar One Piece! Serial live-action dari Netflix ini dipastikan bakal lanjut ke season 3, dan yang bikin senang—jadwal tayangnya lebih cepat dari yang diperkirakan, yaitu di tahun 2027.
Kalau dibandingkan dengan jeda antara season 1 (2023) dan season 2 (2026), kali ini penantian terasa jauh lebih singkat. Jadi, nggak perlu terlalu lama nunggu kelanjutan petualangan Luffy dan kru Topi Jerami.
Di season 3 nanti, ceritanya akan fokus ke arc Alabasta dengan judul The Battle for Alabasta.
Baca juga: 3 Scene Favorit Eiichiro Oda di Live Action One Piece Season 2
Setelah kejadian di season sebelumnya, Monkey D. Luffy dan teman-temannya berlayar menuju kerajaan gurun Alabasta untuk membantu Nefertari Vivi menyelamatkan negaranya. Musuh yang akan mereka hadapi juga bukan kaleng-kaleng, yaitu Mr. Crocodile dan organisasi Baroque Works.
Arc Alabasta sendiri dikenal sebagai salah satu titik penting dalam cerita One Piece karena skalanya jauh lebih besar—bukan cuma soal petualangan, tapi juga menyangkut nasib sebuah kerajaan.
Dari sisi pemain, wajah-wajah familiar bakal kembali, termasuk karakter baru yang sudah diperkenalkan sebelumnya.
Selain itu, akan ada tambahan karakter menarik seperti Portgas D. Ace, kakak Luffy yang sudah lama ditunggu-tunggu kehadirannya di versi live-action.
Baca juga: Penjelasan Ending 'One Piece Live Action Season 2': Awal Petualangan Besar di Alabasta
Dengan cerita yang makin besar dan kompleks—ditambah manga karya Eiichiro Oda yang sudah mendekati 1.200 chapter—Netflix tampaknya harus bergerak lebih cepat kalau ingin mengadaptasi seluruh kisahnya.
Season 3 nanti bakal jadi penentu: apakah live-action One Piece bisa terus berkembang mengikuti cerita aslinya yang makin epik, aneh, dan spektakuler. Yang jelas, petualangan di Alabasta ini bakal jadi salah satu yang paling ditunggu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polygon