Angelina Jolie dan Brad Pitt. (Naver)
INDOZONE.ID - Aktris Hollywood Angelina Jolie akhirnya buka suara soal proses perceraiannya dengan Brad Pitt yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dalam dokumen pengadilan terbaru yang diungkap oleh media, Angelina Jolie bicara soal perceraiannya dengan Brad Pitt secara jujur dan emosional, menggambarkan betapa sulitnya masa-masa itu bagi dirinya dan anak-anaknya.
Dilansir dari E! News, pernyataan Angelina Jolie soal Brad Pitt disampaikan dalam dokumen pribadi yang diajukan ke pengadilan California.
Baca juga: Brad Pitt Gugat Angelina Jolie Lagi, Kali Ini Soal Pesan Pribadi dan Kebun Anggur
Dalam surat tersebut, Jolie menulis bahwa perpisahan dengan Pitt merupakan pengalaman yang sangat menyakitkan bagi dirinya dan keenam anak mereka.
“Saat mengajukan gugatan cerai, saya menyerahkan kendali dan hak tinggal atas rumah keluarga kami di Los Angeles dan Miraval tanpa kompensasi apa pun. Waktu itu saya berharap ia bisa pulih dari traumanya dan mengakhiri hubungan kami dengan damai,” tulis Jolie dalam pengakuannya.
Rumah yang dimaksud adalah Château Miraval, kebun anggur mewah di Prancis yang dibeli Jolie dan Pitt saat masih menikah.
Baca juga: Brad Pitt Akui Pandangan Hidupnya Berubah Setelah Cerai dari Angelina Jolie
Pitt menjalankan bisnis wine dari properti tersebut, sementara kini keduanya terlibat sengketa hukum soal kepemilikan sahamnya.
Jolie mengungkapkan bahwa setelah berpisah, Pitt berusaha membeli seluruh bagiannya di kebun anggur itu.
“Diskusi tersebut sangat melelahkan bagi saya. Miraval bukan sekadar bisnis, tapi tempat penuh kenangan karena kami menikah di sana, saya menghabiskan masa kehamilan di sana, dan kami membawa pulang anak kembar kami ke rumah itu,” ujarnya.
Pernyataan ini memberi gambaran mendalam tentang alasan Angelina Jolie cerai dari Brad Pitt, yakni tekanan emosional yang terus meningkat dan perbedaan besar dalam cara mereka menjalani kehidupan keluarga.
Jolie menambahkan bahwa kehilangan rumah dan kenangan keluarga secara mendadak membuatnya sangat terpukul.
“Sangat sulit ketika harus terputus dari rumah dan masa lalu kami. Lebih menyakitkan lagi melihat kehidupan anak-anak tiba-tiba berubah drastis,” katanya penuh emosi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naver