INDOZONE.ID - Publik Amerika dibuat terkejut setelah Disney dan ABC diam-diam memperpanjang kontrak Jimmy Kimmel hingga Mei 2027. Keputusan ini menjadi sorotan besar karena hadir hanya beberapa bulan setelah sang pembawa acara Jimmy Kimmel Live! terseret kontroversi nasional. Namun di balik pengumuman mendadak itu, ada cerita menarik yang jarang terungkap.
Menurut laporan media internasional, perpanjangan kontrak ini sebenarnya sudah disepakati sejak beberapa bulan lalu, jauh sebelum Kimmel sempat diskors sementara oleh ABC pada September 2025. Kala itu, Kimmel menuai kritik setelah komentarnya soal pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk dianggap memancing ketegangan politik. Dua jaringan afiliasi besar, yaitu Nexstar Media Group dan Sinclair Broadcasting Group, bahkan menekan ABC dan regulator FCC untuk menjatuhkan sanksi.
Baca juga: Talkshow Jimmy Kimmel Kembali Tayang, Apakah Freedom of Speech di Amerika Mulai Terancam?
Dampaknya, acara Kimmel sempat dihentikan sementara dan memicu perdebatan panjang soal kebebasan berpendapat, sensor media, hingga peran komedian politik di layar kaca. Banyak yang mengira karier pria 58 tahun itu akan meredup. Tetapi fakta baru membalikkan dugaan publik.
Disney dan ABC ternyata tetap memilih mempertahankan Kimmel, bahkan memperpanjang masa tayangnya hingga 2027. Keputusan ini menandakan bahwa jaringan televisi tersebut masih percaya Kimmel memiliki daya tarik dan nilai pasar yang kuat, terutama di segmen late-night show yang semakin kompetitif.
Baca juga: Kembali Jadi Pembawa Acara di Oscar 2023, Jimmy Kimmel: Suatu Kehormatan Besar
Menariknya lagi, Disney dikabarkan menunda pengumuman ini sebagai bentuk penghormatan terhadap “tetangga” kompetitornya, The Late Show with Stephen Colbert, yang dijadwalkan berakhir pada Mei 2026. Karena itu, publik baru mengetahui perpanjangan ini setelah situasinya mereda.
Di media sosial, reaksi publik pun beragam. Sebagian menyambut gembira kembalinya Kimmel dan menganggapnya sebagai simbol kebebasan berekspresi, sementara sebagian lain mempertanyakan keputusan Disney yang tetap mempertahankannya meski pernah menuai protes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian