Kanye West dan Bianca Censori di Grammy Awards 2025. (naver.com)
INDOZONE.ID - Istri Kanye West, Bianca Censori, akhirnya buka suara soal kontroversi pakaiannya yang kerap memicu perdebatan publik.
Selama ini, ia dikenal sering tampil dengan busana sangat terbuka di ruang publik, memancing komentar tajam warganet hingga spekulasi bahwa dirinya berada di bawah kendali sang suami.
Mengutip laporan Daily Mail pada Selasa (17/12/2025) waktu setempat, Bianca menyampaikan pernyataan Bianca Censori soal gaya berpakaiannya melalui wawancara dengan Interview Magazine.
Baca juga: Kanye West dan Bianca Censori Siap Rilis Film, Rumor Perceraian Tak Pengaruhi Hubungan?
Dalam kesempatan itu, ia mengungkap alasan Bianca Censori tampil terbuka, termasuk pilihannya mengenakan gaun transparan dan busana minimalis yang menonjolkan tubuh.
Menariknya, Bianca tidak menyampaikan pernyataannya secara langsung. Ia memilih menggunakan perantara seorang perempuan lain yang bertindak sebagai juru bicara untuk menyampaikan pandangannya kepada publik.
Menurut sang perwakilan, gaya berpakaian Bianca sama sekali bukan bertujuan mencari sensasi atau perhatian media.
Baca juga: Benarkah Bianca Censori Dipaksa Kenakan Busana Transparan di Grammy? Ini Rumor yang Beredar
Ia menegaskan bahwa pilihan tersebut merupakan bentuk ekspresi diri sebagai seorang seniman.
“Perempuan yang hidup di bawah sorotan publik sering kali harus menghadapi banyak ‘versi diri’ yang diciptakan tanpa persetujuannya. Orang-orang memproyeksikan, membentuk, bahkan menghapus identitasnya,” ujar perwakilan tersebut.
Ia menambahkan, Bianca berusaha mengambil kembali kendali atas citra dirinya dengan menentukan sendiri bagaimana tubuh dan identitasnya ditampilkan di ruang publik.
Dalam konteks ini, Bianca Censori buka suara soal kontroversi pakaiannya sebagai bagian dari proses memahami dan mendefinisikan dirinya sendiri.
Terkait hujatan dan kritik pedas di media sosial, Bianca disebut tidak terlalu terpengaruh. Sang juru bicara menjelaskan bahwa tujuannya bukan memancing perhatian atau reaksi keras.
“Jika muncul penolakan, itu hanyalah dampak, bukan tujuan. Ia memandang media sosial sebagai ruang observasi untuk melihat bagaimana persepsi publik terbentuk dan menyebar,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: M.entertain.naver.com