Kartika Putri merasa hidupnya terganggu. (photo/Instagram/@kartikaputriworld/@dr.richard_lee)
Artis Kartika Putri mengaku perseteruannya dengan dr Richard Lee sudah mengganggu kehidupannya. Kartika mengatakan ia stres setiap hari karena fitnah yang dilontarkan dr Richard Lee.
"Itu yang bikin saya setiap harinya stres. Jujur bukan karena dibully karena udah matiin komentar dan suami bilang udah nggak usah dibaca. Tapi, yang bikin saya stres adalah ketika dia giring opini yang tidak sesuai dengan fakta," kata Kartika di kanal YouTube Deddy Corbuzier, seperti dilihat INDOZONE, Jumat (12/2/2021).
"Sampai kewajiban saya sebagai seorang ibu jadi tidak berjalan baik, sebagai istri tidak berjalan baik. Kegiatan saya sehari-hari yang bisa positif, tidak berjalan dengan baik karena saya sangat terganggu," tambahnya.
Kartika menyebut, ia sudah melayangkan somasi dengan harapan dr Richard Lee berhenti memfitnahnya. Namun kata Kartika, dr Richard Lee tak menganggap serius somasi tersebut.
"Makannya saya laporkan. Saya sudah memberikan peringatan dengan membuat somasi agar dia berhenti tapi tidak berhenti, mungkin pihak kepolisian bisa memberhentikan," ujarnya.
"At least saya nggak minta dia untuk klarifikasi karena saya udah kasih somasi. Somasi saya juga dimainin, miss tabayyun. Dibilang somasi saya gila minta maaf. Tujuan somasi saya agar dia berhenti bicara fitnah tentang saya," sambungnya.
Kartika mengatakan sangat beruntung memiliki suami seperti Usman bin Yahya, karena selalu menemani dan mendukungnya dalam masalah ini.
Lebih lanjut, Kartika menjelaskan bahwa suaminya mengajak untuk mendoakan dr Richard Lee. Sang suami kurang setuju jika ia melaporkan sang dokter ke polisi.
"'Sayang sabar, sayang ikhlas. Ini ujian buat sayang naik kelas lagi'. Suami saya juga bilang, doain yuk siapa tahu bisa jadi hidayah, ladang baik, selalu ngingetin. Sampai hari ini suami saya tuh nggak ridho saya lapor," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: