INDOZONE.ID - Komedian Pandji Pragiwaksono menjadi korban penyalahgunaan teknologi AI oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, di mana wajah dan suaranya digunakan dalam teknologi deepfake untuk tujuan promosi situs judi online ilegal tanpa izin darinya.
Insiden tidak menyenangkan ini terjadi di tengah kesibukannya menjalani rangkaian tur Stand Up Comedy solonya yang digelar di 11 kota di Indonesia.
Kabar tersebut terungkap setelah pengguna akun X @seeoulinoos membagikan ulang video berdurasi 34 detik yang menampilkan sosok mirip Pandji Pragiwaksono, lengkap dengan suara yang serupa, seolah-olah sedang mempromosikan situs judi online.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dibela Netizen Usai Hadapi Debat Dengan Host Total Politik
"Kepada seluruh pemain judi, gue tegesin sekali lagi ke kalian, satu situs rekomendasi dari gue yang muter satu dua kali, langsung ngasih gede," ungkap sosok yang menyerupai Pandji dalam video manipulatif tersebut, hasil rekayasa dengan teknologi AI.
"Gue nggak mau basa-basi. Kalian langsung coba rasakan sendiri hasilnya," lanjut kata-kata buatan AI dalam video tersebut.
Dalam postingan akun tersebut, ia juga melaporkan penyalahgunaan teknologi AI itu langsung kepada Pandji Pragiwaksono melalui platform X. Ia menandai akun resmi milik sang komedian sambil menuliskan peringatan.
"Bang Pandji, video lo dipake AI buat promosi judol, mana nama situsnya rajab*tak lagi,” tulis akun tersebut, merujuk pada situs judi online ilegal yang dimaksud.
Pandji Pragiwaksono langsung merespons laporan tersebut dengan mengungkapkan bahwa dirinya telah sering mengalami kasus serupa, di mana wajah dan suaranya digunakan dalam video deepfake untuk tujuan promosi ilegal.
Meskipun sudah berulang kali melaporkan akun-akun yang menyebarkan video tersebut, Pandji mengaku belum melihat tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menindak kasus-kasus tersebut.
"Ada puluhan video pakai muka gue, semua direport berkali-kali, nggak ilang-ilang," tulis Pandji di akun X miliknya.
Pandji Pragiwaksono mengaku heran mengapa konten manipulatif tersebut masih bisa beredar meskipun sudah dilaporkan, dan dengan gaya humornya yang khas, ia menyinggung keanehan dalam proses pengawasan dan penanganan kasus tersebut.
"Ini judol backingan-nya Galactus kali ya," sindir Pandji, mengarah pada karakter kosmik superkuat dari Marvel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: X/@seeoulinoos