Sempat Jadi Brand Ambassador DSI, Dude Harlino Angkat Suara Soal Dana Ribuan Nasabah yang Tak Dibayarkan
INDOZONE.ID — Aktor sekaligus publik figur Dude Harlino menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi ribuan nasabah Dana Syariah Indonesia (DSI) yang sejak pertengahan 2025 mengalami gagal bayar. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, setelah sebelumnya menerima banjir pesan dari para nasabah yang meminta kejelasan.
DSI merupakan perusahaan peer-to-peer lending berbasis syariah yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dude dan istrinya, Alyssa Soebandono, menjadi brand ambassador sejak tiga tahun lalu karena menilai visi perusahaan saat itu positif dan sesuai prinsip syariah.
“Saya dan Icha sudah tiga tahun menjadi brand ambassador. Tapi posisi saya hanya sebatas sesuai kontrak. Saya tidak terlibat dalam manajemen, operasional, ataupun proses internal perusahaan,” tegas Dude di hadapan media.
Baca juga: Selamat! Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Dikaruniai Anak Ketiga Jenis Kelamin Perempuan
Gagal Bayar Sejak Pertengahan 2025, Nasabah Panik Cari Penjelasan
Dalam pernyataannya, Dude mengungkap bahwa DSI mulai mengalami kendala pengembalian dana sejak pertengahan 2025. Situasi tersebut memicu kepanikan di kalangan lender yang kesulitan menarik kembali uang mereka.
“Banyak yang DM saya, bertanya apa yang terjadi. Ada yang butuh dana untuk pengobatan keluarga, biaya pendidikan, biaya pernikahan, bahkan uang pensiun mereka tertahan,” ujar Dude.
Menurut data yang disampaikan Paguyuban Lender DSI—komunitas yang terbentuk secara mandiri oleh para nasabah—jumlah dana yang tertahan telah mencapai lebih dari Rp1,2 triliun. Paguyuban yang dikoordinasi Ahmad D. Pitoyo kini beranggotakan sekitar 4.200 orang, meski nasabah DSI seluruhnya mencapai 14.000.
“Ini jumlah yang sangat besar. Dan di balik angka itu, ada banyak kehidupan orang yang terdampak,” tambah Dude.
Baca juga: Heboh Isu Cerai, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Buka Suara
OJK Telah Turun Melakukan Audit
Dude juga menjelaskan bahwa OJK sudah turun tangan untuk menelusuri penyebab kegagalan bayar yang dialami perusahaan fintech berbasis syariah tersebut.
“OJK sebagai lembaga negara yang mengeluarkan izin dan mengawasi sektor keuangan sudah melakukan langkah audit. Prosesnya masih berjalan sampai saat ini,” jelasnya.
Ia berharap regulator dapat memberikan arahan dan solusi konkret agar dana para lender dapat dikembalikan.
Tegaskan Hanya Brand Ambassador
Banyak nasabah yang menyangka Dude memiliki kewenangan atau akses internal karena wajahnya menjadi representasi promosi DSI selama beberapa tahun.
Namun hal itu dibantah tegas oleh Dude.
“Saya dikontrak hanya berdasarkan SOW. Tidak ada peran dalam pengelolaan perusahaan. Saya hanya mempublikasikan produk yang dijelaskan kepada saya,” ujarnya.
Meski begitu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral karena pernah menjadi wajah perusahaan.
“Ini bukan tentang menyelesaikan inti permasalahan karena saya tidak berwenang. Tapi secara moral saya ingin membantu suara para nasabah agar terdengar lebih luas,” katanya.
Upaya Mediasi Sudah Dilakukan, Hasil Belum Final
Menurut laporan Paguyuban Lender, sudah ada beberapa kali mediasi antara perwakilan komunitas dengan pihak DSI. Sejumlah kesepakatan terkait skema pengembalian dana sempat dibahas, namun realisasinya belum tuntas.
“Kami berharap proses mediasi yang sudah dilakukan bisa menghasilkan langkah nyata. Banyak orang menunggu penyelesaian ini,” kata Dude.
Ia juga memberikan kesempatan kepada Ahmad D. Pitoyo sebagai Ketua Paguyuban untuk menjelaskan perkembangan mediasi yang berlangsung.
Aspirasi untuk Pemerintah dan Regulator
Mengakhiri pernyataan, Dude menyampaikan harapan agar seluruh pihak berwenang—termasuk lembaga negara, regulator, maupun aparat penegak hukum—bisa bersinergi menyelesaikan kasus ini.
“Saya memohon agar OJK terus mengawal proses ini hingga tuntas. Banyak nasabah yang sedang berada dalam kondisi sangat berat. Saya hanya ingin membantu agar suara mereka terdengar,” ujarnya.
Dude menegaskan bahwa konferensi pers ini digelar bukan untuk membela pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada ribuan nasabah yang nasibnya tengah menggantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Conference