INDOZONE.ID - Pandji Pragiwaksono dikenal sebagai komika yang vokal, kritis, dan konsisten menyuarakan opini lewat karya.
Dari panggung stand up comedy, sampai platform digital, ia selalu punya cara sendiri untuk menyampaikan keresahan.
Dengan dengan gaya yang tajam tapi menghibur, kini sosoknya jadi sorotan usai materi stand up ‘Mens Rea’ tayang di Netflix.
Meski begitu, perjalanan kariernya yang panjang, bikin Pandji jadi salah satu figur paling berpengaruh di dunia komedi Indonesia.
Di sini, kita akan mengenal lebih dekat siapa sebenarnya Pandji Pragiwaksono, yang belakangan viral di berbagai media sosial. Yuk, langsung cek ke bawah ya!
Profil Lengkap Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya (Instagram/farid_efte)
Latar Belakang dan Pendidikan
Pandji lahir di Singapura, pada 18 Juni 1979. Ia punya darah campuran Jawa dan Sumatra. Ayahnya, Koes Pratomo Wongsoyudo, berasal dari Kebumen, dan dikenal sebagai tokoh karate nasional sekaligus pendiri INKAI.
Sementara ibunya, Siti Khadijah, dibesarkan di Jakarta dan memiliki garis keluarga dari Pagar Alam, Sumatera Selatan
Ia dikenal sebagai komika, aktor, penyiar radio, host TV, penulis, sekaligus rapper. Pandji termasuk salah satu founder stand up comedy di Indonesia.
Pandji sempat sekolah di Jakarta sebelum akhirnya kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mengambil jurusan Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Baca juga: Kritik Candaan Fisik Stand Up "Mens Rea" Pandji, Tompi Sayangkan Satu Hal
Perjalanan Karier
Awal Mula Karier
Pandji memulai kariernya dari dunia radio. Ia jadi penyiar di Hard Rock FM Bandung, lalu melanjutkan kariernya di Hard Rock FM Jakarta selama beberapa tahun.
Dari sana, namanya mulai dikenal luas. Ia juga terjun ke televisi dan tampil di berbagai program hiburan, termasuk acara komedi Ngelenong Nyok.
Sebagai Pembawa Acara
Popularitasnya makin naik saat Panji dipercaya memandu sejumlah acara TV populer, seperti Kena Deh dan Hole in the Wall. Ia juga sempat jadi presenter program olahraga dan hiburan.
Di dunia stand up comedy, Pandji punya peran penting di ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Mulai dari host hingga jadi juri tetap.
Baca juga: Dari Stand Up Comedy ke Layar Lebar: Ini Evolusi 5 Komika Indonesia yang Sukses Jadi Sineas
Terjun ke Dunia Musik
Selain komedi, Pandji juga serius menekuni musik hip hop. Sejak 2008, ia merilis beberapa album rap yang dikenal dengan lirik kritis dan berani.
Banyak lagunya yang mengangkat isu sosial, politik, sampai keresahan sehari-hari. Beberapa albumnya juga dikenal karena strategi distribusi yang cukup unik dan beda dari musisi lain.
Perjalanan di Stand Up Comedy
Pandji mulai fokus menekuni stand up comedy pada 2010. Bersama Raditya Dika, ia ikut menggagas lahirnya kompetisi SUCI yang kini jadi salah satu ajang stand up terbesar di Indonesia.
Sejak itu, Pandji rutin menggelar pertunjukan tunggal, bukan cuma di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Ia mencatatkan sejarah sebagai komika Indonesia yang sukses menggelar tur dunia lintas benua.
Komika yang satu ini terkenal dengan materi yang memadukan komedi, kritik sosial, dan cerita personal. Penontonnya pun nggak main-main, bisa mencapai ribuan orang, baik offline maupun lewat live streaming.
Aktivitas di Luar Panggung
Di luar dunia hiburan, Pandji juga menjabat sebagai Direktur Utama Comika.id, platform yang menaungi dan mendukung perkembangan komedian tunggal di Indonesia.
Ia juga aktif di kegiatan sosial, terutama yang berkaitan dengan isu kemanusiaan, dan kepedulian terhadap anak penderita kanker melalui yayasan yang ikut didirikan.
Kehidupan Pribadi
Pandji menikah dengan Gamila Mustika Burhan dan dikaruniai dua anak. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menetap di New York, Amerika Serikat.
Meski begitu, ia tetap aktif berkarya dan menyuarakan pandangannya untuk Indonesia.
Kontroversi yang Disorot
Seiring dengan materi komedinya yang sering mengangkat isu sensitif, Pandji beberapa kali menuai kontroversi.
Ia pernah mendapat kritik karena membahas pembubaran sebuah ormas, hingga menyinggung komunitas pencinta kucing.
Terbaru, sejumlah pihak melaporkan pertunjukan stand up-nya yang tayang di platform digital, karena dianggap menyinggung pejabat tinggi Indonesia.
Meski begitu, Pandji konsisten menyampaikan bahwa, karyanya merupakan bentuk kritik sosial dan ekspresi berpendapat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @pandji.pragiwaksono