INDOZONE.ID - Materi stand-up comedy dari komika Pandji Pragiwaksono terkait adat Toraja yang sempat tuai kontroversi akhirnya menemukan titik terang.
Kasus tersebut akhirnya tuntas karena Pandji mendatangi langsung ke Tana Toraja, Selawesi Selatan, didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, untuk melakukan sidang adat Tana Toraja tanpa harus naik ke ranah hukum formal.
Penyelesaian secara luhur ini menekankan pada rekonsiliasi dan pemulihan para pihak, sejalan dengan tradisi masyarakat setempat yang mengutamakan kedamaian kolektif.
Dalam unggahan video TikTok yang dibagikan @remallintong, sang komika menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada 32 perwakilan wilayah adat Toraja yang hadir.
Baca juga: Diperiksa Polisi Kasus Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Yakin Tak Nistakan Agama
"Pada kesempatan kali ini saya menerima keputusan yang telah diberikan dan semoga ini menjadi kesempatan untuk lebih baik dari saya. Saya berjanji seperti yang tadi diminta bahwa ini adalah untuk terakhir kalinya saya melakukan sesuatu yang serupa dan tidak mengulangi lagi di masa depan," ujar Pandji, dikutip pada Rabu (11/2/2026).
Persidangan ini dihadiri oleh perwakilan dari 32 wilayah adat di Toraya dan difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas potongan video lawas Pandji dari pertunjukan "Messakke Bangsaku" pada 2013 lalu yang kembali viral.
Dalam video itu, candaannya mengenai tradisi kematian Rambu Solo' dianggap telah melukai perasaan dan martabat kolektif Masyarakat Adat Toraya.
Selain permohonan maaf, sang komika juga dijatuhi sanksi adat berupa kewajiban membayar satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai bagian dari mekanisme pemulihan adat.
Dalam persidangan tersebut, Pandji mengikuti mekanisme hukum adat yang disebut Ma’Buak Burun Mangkali Oto’ di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam persidangan yang khidmat, Pandji menyampaikan pengakuan dan mendengarkan langsung pandangan dari para perwakilan adat. Dia menyebut proses yang dijalaninya sebagai sebuah kehormatan dan pembelajaran berharga.
Baca juga: Polda Metro Apresiasi Pandji Pragiwaksono, Penuhi Panggilan Pemeriksaan Kasus Mens Rea
"Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari prosesi pemulihan keharmonisan yang begitu indah dan luhur," kata Pandji usai persidangan.
Prosesi berlangsung dengan tata tertib yang ketat. Peserta wajib memakai pakaian adat Toraja dan dilarang mengenakan busana hitam, sedangkan Pandji sendiri diharuskan berpakaian sopan tanpa memakai baju adat.
Selain itu, sidang juga melarang interupsi, keributan, pengambilan dokumentasi sembarangan, serta mengadakan siaran langsung.
Dalam forum tersebut, sang komika secara terang-terangan mengakui kesalahannya. Ia menyatakan bahwa materi komedinya berangkat dari pemahaman yang tidak utuh dan referensi yang tidak cukup mewakili pandangan masyarakat Toraja.
Walaupun berada dalam peradilan adat, Pandji mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat dari masyarakat Toraja selama proses berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok @remallintong