Selasa, 07 APRIL 2026 • 18:19 WIB

Aldi Taher dan Seni Menjual Aldi's Burger Lewat Persona Absurd, Gak Bisa Ditru

Author

Aldi's Burger dan Aldi Taher (Instagram/alditaher.officials, INDOZONE/M Fadli)

INDOZONE.ID - Fenomena promosi Aldi Taher lewat bisnis kulinernya, Aldy’s Burger, belakangan ramai diperbincangkan. 

Gaya marketing yang nyeleneh—mulai dari komentar acak di media sosial hingga penggunaan jargon absurd—bahkan dinilai “merusak” standar etika bisnis kuliner konvensional. Namun di balik kontroversi tersebut, strategi ini justru menarik perhatian publik dalam skala besar.

Pakar marketing food & beverages sekaligus kreator TikTok Dialog UMKM, Alfa Mahendra, menilai pendekatan ini memang terlihat tidak lazim, terutama bagi pelaku usaha yang terbiasa dengan konsep branding rapi ala marketing modern. 

“Strategi ini pasti kelihatan seperti sampah bagi yang terbiasa dengan teori marketing 3.0 atau 5.0, apalagi yang perfeksionis dengan tampilan feed. Tapi faktanya, antrean bisa tembus ratusan porsi per hari tanpa biaya iklan,” ujarnya dalam akun Tiktok Dialog UMKM.

Baca juga: Aldi Taher Berhasil Menarik Perhatian Ahmad Dhani Pada Saat Audisi Vokalis Terbaru Band TRIAD

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan semata soal teknik marketing, melainkan karena persona Aldi Taher yang sudah terbentuk di benak publik. 

“Bang Aldi itu konsisten membangun citra absurd sejak lama. Jadi apa pun yang dia lakukan terasa otentik. Ini bukan sekadar strategi, tapi persepsi publik yang sudah terbentuk,” kata Alfa. 

Ia menambahkan bahwa jika strategi serupa dilakukan oleh figur lain yang tidak memiliki citra serupa, hasilnya bisa berbanding terbalik.

Meski demikian, Alfa mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak sekadar meniru tanpa memahami dasar bisnis. 

“Masalah utama banyak UMKM itu bukan di marketing, tapi di fundamental. Pengelolaan keuangan, HPP, sampai sistem operasional sering kali belum rapi. Viral itu mudah, tapi mempertahankan pelanggan itu yang sulit,” jelasnya. 

Baca juga: Aldi Taher Siap Jadi Mediator Perseteruan Dewi Perssik dan Saipul Jamil: Saya Akan Jadi Penengah, Insya Allah!

Menurutnya, keberlanjutan bisnis tetap ditentukan oleh kualitas produk, pengalaman pelanggan, dan manajemen yang solid—bukan sekadar sensasi sesaat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TikTok

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU