Kamis, 15 MEI 2025 • 20:13 WIB

Celine Dion Kembali Tampil di Eurovision 2025, Meski Berjuang Lawan Penyakit Langka

Author

Celine Dion. (Instagram/@celinedion)

INDOZONE.ID  - Penyanyi legendaris asal Kanada Celine Dion tampil di hadapan publik dengan penuh energi dan langka selama Kontes Lagu Eurovision 2025, menghibur penonton dan kontestan dengan pesan video yang mengejutkan.

Meski tidak hadir secara langsung, pidato emosionalnya menjadi momen bersejarah dalam perjuangannya melawan sindrom orang kaku, kondisi neurologi yang pertama kali ia ungkapkan dua tahun lalu.

Pesan Kejutan yang Menggugah Emosi

Celine Dion memukau penonton dan semifinalis Kontes Lagu Eurovision melalui penampilan video pada semifinal kedua tanggal 13 Mei, memberikan penghormatan pada masa lalunya di Eurovision dan semangat persatuan melalui musik.

Baca Juga: Kasus Penghinaan Marga, Penyanyi Rayen Pono Polisikan Ahmad Dhani

"Saya sangat ingin bersama kalian. Swiss akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya. Negara inilah yang percaya kepada saya dan memberi saya kesempatan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang luar biasa," katanya saat berbicara di hadapan khalayak.

Celine Dion, yang memenangkan Eurovision 1988 mewakili Swiss, mengenang kontes tersebut sebagai titik balik dalam kejuaraan yang melambungkan namanya menjadi bintang internasional. Kemenangan ini tetap ikonik dalam sejarah Eurovision.

Dalam videonya, Dion memuji Swiss karena sekali lagi menjadi perhatian utama di panggung Eurovision.

“Sangat indah dan emosional melihat Swiss menang dan menjadi tuan rumah acara yang luar biasa ini sekali lagi,” katanya. “Kepada masyarakat Swiss, terima kasih atas cinta kalian. Malam ini adalah milik kalian dan saya harap kalian merasa bangga seperti saya.”

Celine  mengakhiri pidatonya dengan penghormatan yang menyentuh dalam bahasa Prancis, yang tekanan kemampuan musik yang tak lekang oleh waktu untuk menyatukan dan menyatukan: "Musik menyatukan kita, tidak hanya malam ini, tidak hanya saat ini. Luar biasa. Musik adalah kekuatan, dukungan, dan teman kita di saat-saat ketika kita memanggil. Saya mencintai kalian semua, Eropa dan seluruh dunia, tentu saja. Cium, saya mencintai kalian," ujarnya.

Berjuang Melawan Kondisi Neurologis Langka

Celine Dion menunjukkan ketabahan di tengah perjuangannya melawan sindrom orang kaku, kondisi langka yang menyebabkan kejang otot dan gangguan mobilitas parah, yang telah membuatnya mengurangi aktivitasnya sejak diumumkan pada 2022 .

Baca Juga: Kabar Duka, Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

Pada bulan Oktober 2024, Dion kembali tampil di panggung di acara Spirit of Life Gala City of Hope di Los Angeles.

Berbicara di acara tersebut, ia berbagi, “Ini pertama kalinya saya tampil di panggung sejak saya berada di menara itu. Dan saya agak merindukannya.”

Celine Dion terus menginspirasi jutaan orang dengan ketabahan dan semangatnya meskipun menderita penyakit langka.

Penampilannya di Eurovision menjadi pengingat kuat tentang hubungan mendalam antara dirinya, musik, dan penggemarnya, serta tekadnya untuk terus bersinar melalui seni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Onlymyhealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU