Para penari di Kabupaten Sragen dan sekitarnya. (Sandhika Krisna/Z Creators)
INDOZONE.ID - Kabupaten Sragen meriahkan peringatan Hari Tari Sedunia 2026. Acara yang bertajuk “Aku Kipas” (Aha Pankha) ini digelar di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para penari di Kabupaten Sragen dan sekitarnya, karena berlangsung dari pagi pukul 09.00 WIB hingga malam hari.
Peserta pementasan ini terdiri dari 500 penari dari 87 kelompok, mulai dari sanggar tari hingga praktisi. Beberapa di antaranya adalah Sanggar Serambi Sukowati, Sanggar Tari Putra Sukowati, Sanggar Sukma Puspita, dan berbagai sanggar lainnya.
Tak hanya itu, sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Sragen dan sekitarnya juga turut memeriahkan acara ini, seperti SD 4 Sragen, SD 3 Sragen, SMP 1 Sragen, SMP 2 Sragen, SMP 1 Masaran, SMA 1 Plupuh, SMA 1 Tangen, SMK 8 Surakarta, serta puluhan sekolah lainnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Puji K-Pop di Depan Presiden Lee, Yakini Korsel Taklukan Dunia Lewat Tari dan Musik
Para peserta membawakan berbagai tarian, seperti Tari Magma, Tari Saman, Tari Jenggir Bali, Tari Candil Ayu, Tari Bajindor Kahot, dan masih banyak tarian lainnya.
Acara dibuka oleh Wakil Bupati Sragen, H. Suroto, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Purwanti, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari.
Pembukaan dilanjutkan dengan tarian massal yang dihadiri oleh Wakil Bupati, sejumlah tamu undangan, penari junior, serta penari senior Sragen, termasuk Danyang dari Tangkil, Sragen.
Salah satu peserta sambut hari tari sedunia. (Sandhika Krisna/Z Creators)
Salah satu peserta dari kelompok tari SMA 1 Tangen mengaku senang dengan adanya peringatan Hari Tari Sedunia ini. Kelompok yang terdiri dari sepuluh penari tersebut membawakan tari “Mari Kangen” yang dikreasikan oleh ekstrakurikuler sekolah mereka.
Pelatih ekstrakurikuler tari SMA 1 Tangen juga mengungkapkan dukungannya terhadap acara ini. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memberikan edukasi yang tepat bagi anak-anak yang ingin belajar menari.
“Acara ini sangat mendidik dan mendukung anak-anak yang suka menari. Dari menonton, muncul keinginan untuk menari. Kadang anak-anak belajar dari YouTube, lalu melihat acara ini dan mengetahui adanya sanggar. Dari situ muncul keinginan, ‘Oh, aku harus belajar menari’,” ujarnya.
Baca juga: Shinta Priwit Siap Rilis Lagu “Mari Bagoyang” di Hari Tari Internasional 2025
Salah satu orang tua peserta dari Sanggar Adityaraga juga mengungkapkan bahwa acara ini membantu menyalurkan bakat anaknya.
“Alhamdulillah, ini jadi wadah untuk bakat anak-anak. Lewat acara ini, bakat mereka bisa tersalurkan melalui tari,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Langsung