Novel yang diadaptasi jadi film (Istimewa)
INDOZONE.ID - Dalam industri film, proses alih wahana dari medium buku ke layar bioskop telah banyak dilakukan. Baik di Indonesia maupun di luar negeri, banyak karya tulis populer dialihwahanakan atau diadaptasi dalam bentuk film.
Tidak hanya membawa cerita yang sudah memiliki basis penggemar kuat, film adaptasi juga berhasil memperluas jangkauan karya sastra Indonesia ke generasi yang lebih luas.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi fenomena budaya, meraup jumlah penonton yang besar, hingga memicu kembali minat masyarakat terhadap dunia literasi.
Melihat lebih jauh deretan novel Indonesia yang sukses diadaptasi menjadi film layar lebar, berikut rangkumannya.
Baca juga: Teater Musikal Mar Suguhkan Kisah Cinta dan Perjuangan di Tengah Tragedi Bandung Lautan Api
Laskar Pelangi (2008), film Indonesia terlaris sepanjang masa (dok. IMDb)
Novel karya Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang sukses dialihwahanakan ke dalam bentuk Film. Tercatat sebanyak 4,7 juta penonton telah menyaksikan film Laskar Pelangi yang rilis pada 2008 silam itu.
Dilansir dari Gramedia.com, novel itu mengemas kisah kehidupan 10 anak yang tidak mampu, tetapi memiliki semangat juang untuk melanjutkan pendidikannya di kampung Gantung, Kepulauan Bangka Belitung.
Di balik keterbatasan yang harus mereka hadapi, baik itu dalam bentuk sarana dan prasarana maupun tenaga pendidik, kesepuluh anak yang menjadi tokoh utama dalam novel ini tetap mempunyai semangat juang dalam kegiatan pendidikan yang tengah mereka tempuh.
Karya sastra lainnya yang juga sukses dialihwahanakan ke layar bioskop adalah Novel Bumi Manusia milik Pramoedya Ananta Tour. Mengambil judul yang sama untuk film, Bumi Manusia berhasil meraup 1,3 juta penonton dengan rilisan tahun 2019.
Bumi Manusia adalah sebuah novel fiksi dengan genre drama history yang memiliki setting di massa penjajahan Belanda. Dalam buku mengisahkan kehidupan seorang pemuda Pribumi bernama Minke.
Berlatar belakang masa kebangkitan nasional awal abad ke-20, novel ini menyoroti pergulatan Minke melawan ketidakadilan, diskriminasi rasial kolonial, dan pencarian identitas dirinya. Pun menjadi sorotan dalam novel ini adalah kisah cinta antara Minke dengan Annelies Mellema.
Karya sastra selanjutnya yang juga pernah dialihwahanakan ke layar bioskop yakni novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka. Diangkat dalam medium film pada 2013, saat itu film ini sukses mencatat 1,7 juta penonton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia