Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 JUNI 2026 • 22:09 WIB

Konsep Tradipop Dinilai Mampu Menjembatani Budaya dan Selera Generasi Muda

Konsep Tradipop Dinilai Mampu Menjembatani Budaya dan Selera Generasi MudaKsatria Fest 3.0. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Ksatria Fest 3.0 kembali diselenggarakan. Sebuah ajang kompetisi tari tradipop tingkat nasional yang mengedepankan sinergi antara nilai tradisi dan pendekatan populer dalam seni pertunjukan. 

Program ini diinisiasi oleh Kelompok Tari Ksatria, yang dikenal sebagai Juara 1 Indonesia Mencari Bakat tahun 2021.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Ksatria Fest menunjukkan konsistensinya sebagai ruang lahirnya talenta-talenta unggulan di bidang tari. 

Pada edisi sebelumnya, ajang ini berhasil melahirkan kelompok Silak dari Yogyakarta sebagai pemenang tahun 2022, serta Eyes On Us (EOU) dari Kalimantan Barat sebagai pemenang tahun 2023.

Baca juga: Seniman dan Kreator Siap Tampilkan Karya Terbaik Kompetisi Ilustrasi FINNA ART 2026

Ksatria Fest 3.0 akan berlangsung pada 17 Juni hingga 4 Juli 2026 di sejumlah ruang seni terkemuka di Jakarta, antara lain Galeri Indonesia Kaya, Taman Ismail Marzuki, Teater Usmar Ismail, dan Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah. 

Creative Director sekaligus inisiator Ksatria Fest, Bathara Saverigadi Dewandoro, peraih Gold Medal PON pada cabang Traditional Dance Sport, menyampaikan bahwa Ksatria Fest tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga membangun identitas dan tanggung jawab bagi para pemenangnya.

“Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam perkembangan industri tari serta menginspirasi generasi berikutnya. Kami berharap para pemenang dapat menjadi figur idola baru dalam dunia tari Indonesia, dengan kualitas teknik sekaligus daya tarik yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Lebih lanjut, Bathara menjelaskan bahwa konsep tradipop lahir dari kebutuhan industri kreatif saat ini yang menuntut karya tari yang ringkas, kuat secara visual, dan mudah diakses tanpa kehilangan esensi budaya.

"Tradipop hadir sebagai jawaban—sebuah format tari yang sejak awal dirancang singkat, eye-catching, dan memiliki kekuatan visual. Namun, posisinya bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan sebagai pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal kekayaan budaya yang lebih dalam,” tambahnya.

Melalui panggung Ksatria Fest 3.0, Swargaloka membuktikan komitmen berkelanjutannya untuk memajukan industri tari Indonesia. 

Gelaran ini dirancang untuk mencetak koreografer dan penari masa depan yang tangguh secara teknis, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus berdaya saing tinggi di pasar industri kreatif. 

Guna menciptakan kompetisi yang transparan dan demokratis, babak final mempertemukan evaluasi dari lima kurator seni pertunjukan profesional dengan sistem voting berbasis publik. 

Keterlibatan penonton dari latar belakang pelajar, penikmat seni, hingga masyarakat umum ini sengaja dihadirkan untuk memberikan penilaian yang lebih kaya dan inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Konsep Tradipop Dinilai Mampu Menjembatani Budaya dan Selera Generasi Muda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!