Senin, 21 JULI 2025 • 07:51 WIB

Lagu-Lagu Guruh Soekarnoputra Menginspirasi Pertunjukan "Kami Anak Indonesia: Surat untuk Indonesia"

Author

Pertunjukan "Kami Anak Indonesia: Surat untuk Indonesia". (Press Release) (Press Release)

INDOZONE.ID - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Camp Broadway Indonesia (CBI) menggelar pertunjukan bertajuk Kami Anak Indonesia: Surat untuk Indonesia pada Sabtu, 19 Juli 2025. Acara ini berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, dan dibuka untuk umum secara gratis.

Pertunjukan berdurasi 45 menit ini menyuguhkan kombinasi antara monolog dan musikal, yang menampilkan suara hati anak-anak Indonesia.

Melalui surat-surat yang dibacakan dan lagu-lagu yang dibawakan, anak-anak menyampaikan keresahan, harapan, serta rasa bangga mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Baca juga: Pergelaran Musikal Cahaya Hati Digelar 22 Juli 2025: Simbol Harapan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

“Pertunjukan ini dalam rangka Hari Anak Indonesia. Jadi anak-anak ini sebetulnya tadi sedang menyampaikan surat kepada Indonesia karena mereka merasa perlunya menulis surat kepada Indonesia,” ujar Triwatty Marciano, Executive Producer Camp Broadway Indonesia.

Para penampil merupakan anggota dari CBI Legacy Stars, yakni gabungan alumni batch 1, 2, dan 3 dari Camp Broadway Indonesia. Selain pertunjukan, hari itu juga menjadi momen peresmian CBI Legacy Stars sebagai wadah lanjutan bagi anak-anak berbakat di dunia pertunjukan.

“Mereka kumpulan batch 1, 2 dan 3 dari Camp Broadway Indonesia, yang pada hari ini juga resmi launching Camp Broadway Indonesia Legacy Stars,” lanjut Triwatty Marciano.

Yang membuat pertunjukan ini semakin istimewa adalah pemilihan lagu-lagu karya Guruh Soekarnoputra sebagai inspirasi utama. Beberapa lagu legendaris seperti “Seni”, “Zamrud Khatulistiwa”, “Damai”, dan “Untukmu, Indonesiaku” berhasil membangun suasana emosional dan patriotik dalam pementasan.

“Pagelaran kali ini terinspirasi dari lagu-lagunya Mas Guruh Soekarnoputra. Makanya dari sekian lagu emang kita terinspirasi dari lagu-lagu beliau,” jelas Triwatty.

Namun di balik kemeriahan panggung, persiapan acara ini menghadapi tantangan besar, terutama karena keterbatasan waktu dan lokasi peserta yang tersebar di berbagai daerah.

Latihan dilakukan secara daring dan hanya menyisakan satu hingga dua hari latihan bersama secara langsung.

“Kebetulan karena waktunya sangat sempit dan sebagian anak-anak kan ada yang dari luar kota, mereka latihannya lewat Zoom. Latihan bersamanya paling satu dua hari,” ungkap Triwatty.

Meskipun menghadapi keterbatasan tersebut, para penampil muda tetap mampu memberikan performa yang memukau. Penonton pun terlihat antusias dan emosional mengikuti setiap segmen dari pertunjukan tersebut.

Salah satu tokoh yang turut mendukung pertunjukan ini adalah Laura Muljadi, advokat seni dan budaya sekaligus pendiri Matahari Dari Timur. Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari acara ini dan menyoroti pentingnya refleksi diri demi kontribusi yang nyata untuk bangsa.

Baca juga: Erick Thohir Gagas Pergelaran M20 di Pertemuan G20

“Kalo kita boleh melihat ke dalam dan mengerti diri kita, maka kita akan memulai langkah untuk negeri. Kita nggak perlu melihat kita itu siapa, tapi pertanyaannya apa yang bisa kita berikan. Pertanyaan yang paling penting apakah kita mau?” ucap Laura Muljadi.

Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah ekspresi dan kesadaran kolektif dari anak-anak untuk Indonesia.

Dengan semangat kebangsaan yang kental, Kami Anak Indonesia: Surat untuk Indonesia menjadi bukti bahwa suara anak-anak pun bisa menggugah dan membawa harapan baru untuk masa depan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU